Bale Panyawangan Diorama Nusantara, Museum yang Istimewa
Selasa, 21 November 2017 | 25 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 23 kali
Luhut Binsar Pandjaitan, Basuki Hadi Mulyono, dan Dedi Mulyadi saat peresmian Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara

PURWAKARTA, Medikomonline – Banyak pesona yang ditawarkan Pemkab Purwakarta. Salah satunya adalah Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Museum berbasis teknologi digital ini menepis orang akan anggapan sebuah museum yang terkesan menjenuhkan.

Di Bale Panyawangan Nusantara pengunjung akan disuguhi paparan sejarah Nusantara secara digital, mulai dari zaman prasejarah, kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, hingga sejarah masa kini. Terkait dengan budaya, ada beragam informasi yang disampaikan, seperti rumah adat, tarian, bahasa, alat musik hingga kuliner khas dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Letak museum yang menggratiskan biaya masuk ini berada di Jalan KK Singawinata berdekatan dengan Taman Sri Baduga Maha Raja Purwakarta. Begitu memasuki museum, pengunjung bakal disambut pemandu berpakaian khas Sunda dengan ucapan salam sampurasun.

Suguhan pertama museum yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono beberapa waktu lalu, itu adalah lambang setiap provinsi dan ragam salam sapa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Semuanya ditampilan dalam bentuk digital. Lalu, video pembentukan bumi dapat dinikmati oleh para pengunjung dalam format 3D.

Menko Luhut sendiri mengaku terkesan dengan tampilan digital yang ada di museum tersebut. "Model seperti ini saya kira harus dikembangkan juga oleh daerah lain dan saya katakan Kang Dedi berhasil mengolah daerahnya dengan sempurna, bahkan luar biasa," ujar Menko Luhut.

Menurutnya, keberhasilan Pemkab Purwakarta menjalankan pembangunan tidak terlepas dari peran Bupatinya yang memiliki visi jauh ke depan.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menuturkan museum ini harus menjadi salah satu instrumen pendidikan sejarah bagi seluruh masyarakat, terutama pelajar.

Di museum yang buka setiap hari dari pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB ini juga terdapat sejarah bahari Nusantara, alat musik dari berbagai daerah, dan tak ketinggalan motif batik mulai dari Sabang sampai Merauke. Tersedia juga kereta kencana yang bisa ditunggangi oleh para pengunjung museum.

Keberadaan museum tentunya sangat berguna bagi masyarakat khususnya para pelajar untuk belajar sejarah dan kekayaan budaya negeri. Lantaran belajar di era kekinian, rasanya tak cukup hanya bermodalkan buku saja.

Untuk itu, museum diorama nusantara menjadi media atraktif yang menarik minat generasi muda untuk mempelajarinya.

 

(diskominfo)