Bangun Arena Sepatu Roda Rp16 Miliar, Wilayah Utara Bekasi Masih Kumuh
Kamis, 09 Agustus 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 59 kali
Foto Arena Sepatu Roda (Ilustrasi)

BEKASI, Medikomonline.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dinilai telah menghabiskan uang negara hamper sekitar Rp 16 miliar atau Rp15,910,543,000. Penilaian tersebut disampaikan Direktur Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik, Adri Zulpianto kepada Medikom di kantornya, Kamis (9/8/18).

Ironisnya, kata dia, wilayah utara Kabupaten Bekasi justru masih kumuh dan tertinggal. Lihat saja, ruas jalan banyak yang rusak, puskesmas minim, tanggul kali jebol dan membahayakan masyarakat, lingkungan berdebu, masih banyak sekolah yang rusak, serta pasar tradisional tidak terurus dan tidak tertata dengan baik.

“Sepertinya Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin tidak memiliki prioritas kerja yang pro rakyat miskin dan tertinggal, sehingga terbiasa mengabaikan masyarakat terluar di wilayah Kabupaten Bekasi,” kata Adri Zulpianto.

Anggaran sebesar Rp16 miliar itu seharusnya dapat memperbaiki dua puskesmas, tiga sekolah serta membenahi infrastruktur di daerah yang acap kali dinilai sebagai daerah kumuh dan tertinggal.

“Namun, bupati lebih memprioritaskan daerah yang sudah baik dan layak huni,” tukasnya. Contohnya, kata dia, arena sepatu roda dibangun di wilayah mewah Grand Wisata Tambun Selatan – yang pada awal mula perencanaan pembangunan kisruh di tahun 2015 karena menghabiskan anggaran Rp305,398,000 untuk penyusunan DED arena sepatu roda.

Lalu katanya, dilanjutkan pada 2017 untuk pengawasan pembangunan arena sepatu roda tersebut menelan anggaran Rp200,915,000. Di tahun yang sama Pemkab Bekasi melalui Dinas PUPR menggelontorkan dana Rp12.686.117.000 untuk pembangunan fisik arena sepatu roda tersebut di grand wisata.

Belum puas menghamburkan uang negara, Bupati melanjutkan pembangunan arena sepatu roda tersebut dengan anggaran Rp95.343.000 untuk pos anggaran pengawasan lanjutan pembangunan arena sepatu roda pada 2018, dan menghamburkan uang negara lagi untuk lanjutan pembangunan arena sepatu roda sebesar Rp2.622.770.000.

“Kami menilai, Bupati Neneng sudah tidak layak untuk melanjutkan kepemimpinan atas pemerintahan di Kabupaten Bekasi, karena dia sudah tidak mampu melihat keadaan dan kondisi rakyat secara menyeluruh. Neneng hanya memperhatikan wilayah yang sudah maju, dan melupakan wilayah tertinggal, terdepan di wilayah perbatasan wilayah Kabupaten Bekasi,” cetusnya.

Sejauh ini, kata Adri, warga di wilayah utara Bekasi tidak mendapatkan fasilitas yang layak seperti pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, minimnya jalan yang layak, wilayah yang terbebas dari debu, fasilitas sekolah yang baik, dan anak-anak yang hidup di atas lingkungan yang ramah.

“Oleh karena itu, wajar apabila masyarakat Kabupaten Bekasi wilayah utara sudah harus mendapatkan hak hidup layaknya dengan mendapatkan pemekaran, agar wilayah utara dapat perhatian lebih, dan demi maju serta berkembangnya daerah wilayah utara Kabupaten Bekasi,” pungkasya.

(Penulis: Dun/Editor: Mbayak Ginting)