Bupati Tasikmalaya Sosialisasikan Aku Cinta Indonesia
Kamis, 30 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 140 kali
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum pada acara Sosialisasi Aku Cinta Indonesia

TASIKMALAYA, Medikomonline.com - Daya saing produk Indonesia masih menghadapi tantangan yang tidak ringan dibandingkan dengan negara-negara lainnya, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi  (MEA). Pemerintah mempunyai program ’’Aku Cinta Produk Indonesia” yang diharapkan dapat memicu motivasi masyarakat dalam menghadapi serbuan produk impor seiring terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produk nasional.

Hal itu disampaikan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, pada acara Sosialisasi Aku Cinta Indonesia di Gedung PWRI Kecamatam Manonjaya, Selasa yang baru lalu. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Drs H Heri Sogiri MM, Camat Manonjaya Drs Yayat Suryatna, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Siliwangi Prof Dr H Katawan SE MP, Direktur CV Mendong Craft H Asep Barnas, tokoh masyarakat, tokoh agama serta unsur terkait lainnya.

“Saat ini harus diakui kehadiran produk luar negeri telah menggeser produk dalam negeri,” ujar Bupati. Namun menurutnya, banyak masyarakat Indonesia cenderung  memilih produk luar negeri dengan anggapan produk luar negeri lebih berkualitas, up to date/kekinian dan lebih prestise untuk penampilan. “Kita harus dapat nenghapus anggapan demikian,” tegasnya berargumentasi produk Indonesia memiliki kelebihan dan keunikan.

“Di samping itu apabila sejak dini telah tertanam dan tumbuh kecintaan terhadap terhadap produk Indonesia, maka dapat dibayangkan berapa banyak saudara kita, petani, pengrajin, pedagang dan keluarganya yang dapat kita bantu, dalam menyejahterakan keluarganya yang pada akhirnya  sudah barang tentu akan meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Tasikmalaya,” terang Bupati.

Produk-produk sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan pada peningkatan daya saing melalui pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif dengan basis bahan baku lokal untuk penenuhan pasar lokal maupun ekspor. “Kabupaten Tasikmalaya secara tradisional sudah dikenal di Manca Negara sebagai penghasil kerajinan tangan, seperti: industri kerajinan anyaman pandan, bamboo, mending, batik, golok,” kata Bupati.

Kerajinan yang sudah diwariskan secara turun  temurun dengan mengandalkan peralatan tradisional telah mampu menekuni bisnis tersebut, menciptakan lapangan pekerjaan serta mendapatkan tambahan penghasilan keluarga setiap harinya. Hal tersebut disampaikan Bupati untuk memberikan motivasi agar para pengrajin lebih kreatif dalam mengembangkan usahanya.

Untuk mendukung program Cinta Produk Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya  akan terus berupaya menciptakan suatu kondisi peningkatan produk  yang kualitas dan penggunaan produk lokal dan nasional melalui regulasi pro rakyat berupa bantuan teknis, pendidikan/pelatihan maupun fasilitas lainnya.

“Kepada karyawan karyawati  setiap hari Kamis dan Jum’at untuk menggunakan baju batik/baju koko, tas lokal Tasikmalaya, termasuk kepada para pelajar/generasi muda  merupakan asset yang berpotensi sebagai target  market untuk senantiasa mengelorakan penggunaan produk lokal yang berkualitas, bukan sebaliknya jadi objek produk impor,” tegas Bupati.

Bupati juga berharap, generasi muda dan seluruh warga masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya semangat dan peranan saudara untuk mendorong rasa bangga dan cinta terhadap produk Indonesia. “Marilah kita semakin mencintai negeri ini dengan selalu menggunakan produk-produk Indonesia,” ajak Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Panitia Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Aku Cinta Indonesia (ACI) melaporkan, maksud dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kebanggaan dan kecintaan terhadap produk dalam negeri, meningkatkan pemahaman dan mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan jasa  dalam negeri sebagai upaya untuk mendukung perkembangan ekonomi  di Indonesia , khususny di Kabupaten Tasikmalaya.

Jumlah peserta sebanyak 600 orang yang terbagi dalam 6 angkatan dan masing-masing angkatan sebanyak 100 orang, yang merupakan perwakilan unsur Muspika, perwakilan dari UPTD Pendidikan, perwakilan PKK, Tokoh Masyarakat, Perwakilan Guru SD, SLTP, SLTA/Sederajat, Perwakilan Siswa Siswi SLTP, SLTA/Sederajat yang ada di wilayah Kecamatan Manonjaya, Singaparna, Pagerageung, Cisayong, Sukaraja dan Kecamatan Karangnunggal.

(Penulis: A Cucu/Editor: Mbayak Ginting)