Di Purwakarta Ada ATM Beras
Selasa, 07 November 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 25 kali
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat peluncura Program ATM Beras

PURWAKARTA, Medikom – Ada-ada saja kreativitas Pemkab Purwakarta untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Salah satunya Program Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras. Program yang diluncurkan saat momentum Hari Lahir Pancasila di Desa Wanakerta, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu itu, merupakan perwujudan dari pengamalan Sila Kelima dari Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

ATM beras berbentuk Gapura Melati yang menjadi ciri khas kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini memiliki kapasitas penyimpanan beras sebesar 300 kg. Sasaran program lanjutan dari beras perelek ini, diproyeksikan menyasar warga yang termasuk ke dalam kategori penerima beras sejahtera. Akan tetapi, kualitas beras yang tersimpan dalam ATM beras ini merupakan kualitas premium.

Gunanya, menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, langkah ini dapat melahirkan pemerataan dalam hal pemenuhan kebutuhan beras. Karena seperti diketahui, selama ini beras premium hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu saja, minus masyarakat miskin.

“Warga yang berhak menggunakan ATM beras ini hanya mereka yang termasuk ke dalam penerima beras rastra. Di Wanakerta sendiri ada 124 warga. Target kita tahun ini, seluruh masyarakat Purwakarta sudah bebas rastra,” jelas Dedi.

Isi daripada ATM beras ini merupakan beras perelek yang biasa dikumpulkan oleh para petugas desa dari warga yang sudah mampu. Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan tentang beras perelek yang harus dikumpulkan setiap seminggu sekali untuk diserahkan kepada warga yang kurang mampu.

Setelah kebijakan beas perelek ini ditransformasi menjadi ATM beas, maka warga yang kurang mampu tidak lagi harus menunggu beras diantar ke rumah mereka oleh petugas desa. Kini, mereka hanya cukup memasukan kartu dan Personal Identity Number (PIN) ke dalam ATM tersebut untuk mendapatkan jatah beras.

“Jatahnya 15 kg per bulan, setiap satu kali pengambilan bisa sampai 3kg. Warga yang berhak akan mendapatkan kartu dan PIN-nya sendiri-sendiri. Jadi, mereka tinggal mengatur sesuai kebutuhan,” tambah Dedi.

Untuk tahap pertama, ATM beras sudah tersedia di empat desa yakni Desa Dangdeur, Desa Cibungur, Desa Wanakerta dan Desa Bungursari. Seluruh desa ini berada di wilayah Kecamatan Bungursari Purwakarta. Penetapan keempat desa ini sendiri merupakan penghargaan atas capaian beras perelek yang selalu mencapai 100% setiap minggunya.

“Kita targetkan akhir tahun ini 183 desa sudah memiliki ATM beras,” pungkasnya.

Pelaksana teknis program ATM beras, PT Mitra Buana Komputindo, Tirta Buana mengatakan sistem yang ia terapkan dalam ATM beras di Purwakarta merupakan yang pertama di Indonesia. Warga tidak perlu lagi membawa wadah untuk beras karena beras yang mereka terima sudah dimasukan ke dalam plastik dan siap dibawa ke rumah.

“Sistem ini pertama kali di Indonesia, warga sudah tinggal ambil saja, berasnya sudah dimasukan ke dalam plastik,” singkatnya. (Diskominfo)

(Daup H)