Disparbud Jabar Gelar Sertifikasi Tenaga Pramuwisata
Senin, 20 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 193 kali
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sertifikasi Tenaga Pramuwisata di Hotel Sabda Alam, Kabupaten Garut.

GARUT, Medikomonline.com Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sertifikasi Tenaga Pramuwisata di Hotel Sabda Alam, Kabupaten Garut. Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 – 3 Maret 2017 ini, dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Hj Ida Hernida SH MSi. Pesertanya sebanyak 20 orang dari Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya Ida Hernida mengatakan pembangunan kepariwisataan, dilakukan sesuai dengan visi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yaitu: terwujudnya Jawa Barat sebagai daerah budaya dan tujuan wisata andalan yang di dalamnya terdapat misi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan Jawa Barat yang lebih kompeten di bidangnya dalam menghadapi persaingan pasar global.

Pembangunan kepariwisataan jelasnya diarahkan pada peningkatan keunggulan destinasi pariwisata melalui pengembangan kualitas maupun kuantitas produk pariwisata yang handal dan menarik. Kondisi ini harus terus dipertahankan dan tingkatkan pada berbagai bidang pariwisata, khususnya dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan wisatawan dalam melakukan aktivitas atau kegiatan wisatanya.

Menurutnya, dalam kegiatan pariwisata indikator keberhasilan suatu destinasi pariwisata di antaranya dapat diukur oleh tiga hal. Yaitu aspek kuantitas wisatawan dalam jumlah arus kunjungan (flow of tourist), aspek kualitas wisatawannya dalam hal lama tinggal (length of stay), dan tingkat pengeluarannya (tourist expenditure).

Hal lain yang perlu diingat dalam kegiatan pariwisata adalah bahwa suatu destinasi pariwisata harus bisa menjawab/menyediakan keinginan  wisatawan dalam 3 hal, yaitu: apa yang bisa dilihat (something to see), apa yang bisa dilakukan (something to do), dan apa yang bisa dibeli (something to buy).

“Jadi di sini tugas dan fungsi dari seorang pramuwisata tidak hanya menyampaikan informasi yang komunikatif dengan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Akan tetapi seorang pramuwisata harus mampu mempromosikan destinasi wisata dengan setiap  industri pariwisata yang ada di suatu destinasi wisata. Hal tersebut diperlukan keahlian dan kecermatan dalam menjalankan tugas pokoknya. Untuk menjawab tantangan tersebut, seorang pramuwisata harus memiliki sertifikasi tenaga pramuwisata yang berbasis kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi di bidang pramuwisata,” papar Ida.     

Dikatakan, ketersediaan tenaga pramuwisata  di suatu destinasi pariwisata sangat strategis, terutama dalam mendongkrak tingkat pengeluaran /belanja wisatawan dan atau untuk menjawab apa yang diinginkan oleh wisatawan terhadap yang berkaitan dengan objek yang ada di destinasi wisata tersebut sebagai pelengkap kebutuhan wisatawan dalam perjalanannya.

Ia berharap agar peserta dapat mengikuti dengan penuh semangat, responsif dalam mengikuti berbagai materi dan praktek yang disampaikan oleh para narasumber. Dengan demikian, penyelenggaraan sertifikasi tenaga pramuwisata ini dapat memberikan manfaat bagi dunia kepariwisataan Jawa Barat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang pramuwisata sebagai pengembangan potensi industri pariwisata dalam rangka peningkatan pendapatan daerah (PAD) dan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

(Penulis: Angga AJ)