Gubernur Tinjau Penurunan Pilar Jembatan Cipamingkis, Dinas Bina Marga Jabar Diminta Segera Lakukan Penanganan
Senin, 17 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 22 kali
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meninjau lokasi penurunan pilar Jembatan Cipamingkis (Foto: ist/hms)a

BOGOR, Medikomonline.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) meninjau lokasi penurunan pilar Jembatan Cipamingkis, Sabtu (15/4/17). Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar Guntoro dan Kepala Dinas Perhubungan Dedi Taufik turut mendampingi Gubernur.

Gubernur meminta Dinas BMPR Jabar dan Dishub Jabar segera melakukan upaya penanganan Jembatan Cipamingkis yang turun hingga 1,5 meter. Soalnya, Jalan Jonggol tersebut saat ini sudah menjadi lebih dari sekadar jalur alternatif.

"Saya minta segera ditangani, perihal anggaran rasanya tidak ada masalah, saya pantau tim dari kemarin sudah intensif berada di lokasi," kata Aher.

"Tim BMPR merekomendasikan bahwa penanganan Jembatan Cipamingkis akan sama dengan Jembatan Cisomang, yaitu penguatan pada pilar dan girder jika itu masih kuat. Namun jika sudah tidak kuat, maka akan kita buat baru pilar maupun girdernya," jelas Aher.

Pilar jembatan Cipamingkis itu terjadi penurunan akibat banjir dan air deras. Lokasi di km 70.400 Jembatan Cipamingkis Jl. Raya Jonggol - Cariu Kp. Jagaita Rt. 03 / 02 Desa Jonggol Kec. Jonggol Kab. Bogor.

Dalam penijauan jembatan tersebut, Kadis BMPR menjelaskan, di anggaran murni APBD Jabar 2017 sudah stand by dana perbaikan jembatan Cipamingkis, sekitar Rp 7 miliar. “Jadi saya pikir tidak ada masalah, akan kita perbaiki segera. Mudah-mudahan dalam tempo 3 bulan sudah kelar," katanya. Jajaran Dinas BMPR sudah intensif melakukan kajian untuk penanganan jembatan yang turun hingga 1,5 meter tersebut.

"Kemarin sempat muncul gagasan bailey, namun setelah kami kaji lagi ternyata itu tidak mungkin. Bentang jembatan yang mencapai 90 m tentu terlalu panjang, jadi penanganan kita akan fokus pada pilar dan girdernya," ujar Guntoro.

Lanjut Guntor, jembatan yang dibangun pada tahun 1985 ini memiliki bentang jembatan seluas 30 m x 3 m = 90m dengan konstruksi girder beton. "Jembatan sudah 32 tahun, bentang jembatan pun cukup panjang yaitu 30 meter, di luar itu ada kekuatan air cukup deras mendesak pilar," jelasnya.

"Kita tangani segera sesuai instruksi Gubernur, kita pilih tindakan terbaik, dan masa perbaikan tentu sangat tergantung kondisi di lapangan, mudah-mudahan di bawah 6 bulan sudah kelar," tutup Guntoro.

Kadishub Jabar Dedi Taufik juga hadir di lokasi mengatakan, pengalihan arus lalu lintas sementara yang sudah dilakukan, yaitu dari arah Cileungsi menuju Cariu/Cianjur melalui Cibucil-Cibarusah-Jagatamu-Cariu dan sebaliknya. Jembatan Cipamingkis saat ini dapat dilalui hanya untuk kendaraan kecil.

"Lalu lintas kendaraan besar sementara kami alihkan, memang akan berputar sedikit, rambu2 sudah kami pasang. Untuk kendaraan kecil non bus bisa melewati Cipamingkis," terang Dedi Taufik.

Jembatan Cipamingkis dibangun sejak 1985. Penurunan jembatan ini terjadi karena terjangan arus air yang besar. Kejadian yang sama di Jabar juga terjadi pada jembatan nasional di Pangandaran beberapa waktu lalu, penyebabnya sama yaitu desakan air akibat curah hujan tinggi.

(Penulis: IthinK)