Jalan Geopark Ciletuh Terancam Putus, Kadis Bina Marga Jabar Guntoro Tidak Peduli
Senin, 12 Maret 2018 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 343 kali
Jalan menuju Geopark Ciletuh pada Ruas Jalan Simpang Loji – Cibutun - Balewer - Puncak Darma terancam putus dengan terjadinya longsoran pada bagian pinggir jalan dan retakan badan jalan. (foto: medikomonline.com)

BANDUNG, medikomonline.com – Jalan menuju Geopark Ciletuh pada Ruas Jalan Simpang Loji – Cibutun - Balewer - Puncak Darma terancam putus dengan terjadinya longsoran pada bagian pinggir jalan dan retakan badan jalan. Padahal ruas jalan tersebut baru dikerjakan pada tahun 2017 lalu oleh kontraktor PT Trie Mukty Pertama Putra.
Berdasarkan pantauan Tim Medikom di lapangan, dalam Peningkatan Jalan Ruas Jalan Simpang Loji - Cibutun - Balewer - Puncak Darma (Paket 1) yang dikerjakan oleh PT Trie Mukty Pertama Putra dengan nilai kontrak Rp93,9 milyar banyak ditemukan longsoran/amblasan tanah yang dipadatkan pada lereng atau jurang di pinggir badan jalan.
Menurut Ketua Umum Konsorsium Alianis Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid Bangun, 
Dengan terjadinya longsoran/amblasan tanah yang dipadatkan pada lereng atau jurang di pinggir badan jalan, mengakibatkan pondasi pagar jalan ikut terbongkar, bahu jalan ikut amblas dan retak, aspal badan jalan ikut amblas dan retak, gorong-gorong baja rusak dan pecah.
Banyaknya kerusakan Jalan Geopark Ciletuh ini telah dikonfirmasi Medikom kepada Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II - Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat dan juga kepada Kepala Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro sejak 31 Januari 2018 lalu. Namun hingga saat ini tidak ada penjelasan dari Kepala Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro dan Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II.
Kerusakan jalan yang terjadi pada Ruas Jalan Simpang Loji – Cibutun - Balewer - Puncak Darma dinilai Furqon Mujahid harus bisa dijelaskan penyebabnya oleh Kepala Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro selaku Pengguna Anggaran dan Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
“Ketika Kepala Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro dan Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan II tidak mau memberikan penjelasan tentang penyebab kerusakan jalan yang dibangun dengan nilia Rp93,9 milyar menunjukkan ketidakpedulian mereka. Untuk itu, sudah seharusnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya kerusakan jalan pada Ruas Jalan Simpang Loji – Cibutun - Balewer - Puncak Darma tersebut,” kata Mujahid kepada Medikom, Kamis (3/8). 

(Penulis: IthinK)