Kuota Haji Majalengka Bertambah 232 Orang
Selasa, 28 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 123 kali
Ilustrasi Haji/Net

MAJALENGKA, Medikomonline.com – Kabupaten Majalengka mendapat tambahan kuota haji di tahun 2017 sebanyak 232 orang atau menajdi 1.167. Sebelumnya kuota haji Majalengka hanya mencapai 935 orang. Dengan bertambahnya kuota antrean keberangkatan haji pun menurun dua tahun lebih cepat.

    Menurut Kepala Urusan Haji Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Rieshan, jumlah pendaftar calon haji setiap harinya di Kabupaten Majalengka terus bertambah sehingga antrean pun semakin lama. Hingga bulan lalu jumlah pendaftar calon haji lebih dari 18.700 orang, makanya antrean haji semakin hari semakin lama.

    “Sebelum ada penambahan kuota haji tahun ini antrean haji hingga 16 tahun ke depan. Kini berkurang dua tahun menjadi 14 tahun ke depan,” ungkap Rishan.

    Kuota haji asal Majalengka sejak tahun 2013 mengalami penurunan  hanya berjumlah 935 orang saja per tahun, itu berlangsung hingga tahun 2016 kemarin. Tak heran bila antrean demikian panjang sementara jumlah pendaftar terus bertambah.

    Jumlah pendaftar haji tahun-tahun sebelumnya setiap harinya minimal sebanyak 30 orang, kini setelah mengetahui antrian haji cukup banyak dan butuh wkatu hingga belasan tahun untuk berangkat akhirnya jumlah pendaftarpun menurun hingga 20 orang atau hanya sekitar 10 orang saja per harinya.

    “Sekarang banyak masyarakat yang memilih umroh, setelah mereka tahu harus menunggu belasan tahun untuk berhaji, makanya pendaftar pun cenderung menurun,” kata Rishan.

    Untuk tahun ini menurutnya skala prioritas yang diberangkatkan hanya mereka yang sudah melakukan pelunasan haji sebelum 20 November 2011, selebihnya keberangkatan akan disesuaikan dengan nomor urut pendaftaran dan pelunasan biaya ONH.

    Rishan memastikan tidak ada prioritas usia ataupun pendaftar yang sudah melunasi ONH untuk keberangkatan haji tersebut. Mereka yang akan diberangkat tetap berdasarkan nomor urut pendaftaran terkecuali bila dalam batas waktu keberangkatan masih belum bersedia melunasi biaya ongkos hajinya.

    Misalnya hingga November tahun berjalan belum bisa melunasi ONH, maka calon haji tersebut keberangkatnnya akan diundur tahun berikutnya hingga yang bersangkutan mampu melunasi biaya haji yang sudah ditetapkan pemerintah.

    “Kami bersyukur dengan adanya penambahan kuota ini antrean haji semakin berkurang sehingga peluang masyarakat untuk berangkat haji lebih cepat dibanding sebelumnya,” ungkap Rishan.

Sementara itu sejumlah calon haji yang sudah mendaftar dan melunasi ONH berharap pemerintah memberikan prioritas keberangkatan terutama terhadap calon jemaah yang sudah lanjut usia.

    Edi warga Dawuan yang akan memberangkatkan orang tuanya untuk berhaji berharap, orang tuanya bisa segera berangkat dengan alasan sudah lanjut usia. Bila harus menunggu 10 tahun ke depan maka usia orang tuanya sudah mencapai 72 tahun karena saat ini usianya sudah 62 tahun.

                “Sekarang dia masih sehat kalau menunggu 10 tahun ke depan usianya sudah sangat uzur,” kata Edi.

(Penulis: Juremi)