PDAM Gapura Tirta Rahayu Kaji Kenaikan Tarif Air Minum
Jumat, 08 September 2017 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 74 kali
Dirut PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta H Dadang Saputra

PURWAKARTA, medikomonline-Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 dan 71 Tahun 2016, pihak Direksi PDAM dan Dewan Pengawas membahas kenaikan tarif air minum, Selasa (5/9/2017). Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta mengkaji kenaikan tarif dasar agar tidak terjadi kesalahpahaman pada konsumen terhadap kebijakan pemerintah dalam menetapkan tarif air minum.

“Kenaikan tarif PDAM yang diberlakukan sebagai upaya untuk membiayai produksi air minum agar tersedia pelayanan air minum yang berkualitas,” kata Dadang Saputra selaku Direktur PDAM Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta.

  Kenaikan tarif tersebut, jelasnya sesuai dengan Permendagri No 70 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Subsidi dari Pemerintah Daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum, serta Permendagri No 71 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum, dan meminta persetujuan Bupati.    

  Dadang Saputra menyampaikan, kenaikan tarif juga didasarkan atas berbagai pertimbangan yang telah sesuai dengan plan bussines PDAM Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta. Di antaranya sebagai konsekuensi pengembangan dalam rangka peningkatan cakupan pelayanan tahun 2018, kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai, hingga kenaikan biaya operasional akibat rentetan kenaikan harga terutama tarif listrik.

  Dikatakan, terkait beberapa wilayah yang penerimaan distribusi airnya kurang maksimal, PDAM Gapura Tirta Rahayu telah menyediakan tangki berjalan. Bahkan 10 tangki hampir setiap hari membantu warga yang kekurangan air.

  “Setiap musim kemarau PDAM Gapura Tirta Rahayu selalu menyediakan air, membantu dengan persyaratan yang sangat mudah. Ada izin dari desa, RT, RW setempat yang membutuhkan air tersebut,” imbuhnya.

  Dadang Saputra mengungkapkan kenaikan tarif tersebut memang harus dilakukan dan sesuai dengan amanah Permendagri Tahun 2016 Nomor 70 dan Nomor 71.

            Lebih lanjut Dadang menjelaskan tahapan sosialisasi kenaikan tarif tersebut juga telah dilakukan pihak PDAM jauh-jauh hari. Selain itu ia mengutarakan bahwa sumber air baku PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta berasal dari air pegunungan. “Itu membutuhkan biaya yang besar baik untuk merawat, mengolah, maupun mempertahankan keberlangsungan sumber airnya,” ucap Dadang.

(Daup H)