Pembukaan Virtual Musrenbang Jabar, Wagub Jabar Paparkan Isu Strategis Jawa Barat Tahun 2018
Selasa, 11 April 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 18 kali
Virtual Musrenbang Jabar 2017 (foto: Ist/Hms)

BANDUNG, Medikomonline.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memaparkan isu strategis Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 pada Pembukaan Virtual Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, di Ruang Rapat Soehoed Warnaen Bappeda Provinsi Jawa Barat, Jl Ir H Juanda No 287 Bandung, Senin (10/04/2017). Ada tiga aspek isu strategis tersebut.

Pertama, Isu Strategis Kesejahteraan Masyarakat, meliputi: Ketahanan Pangan; Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial; Pengangguran; Ketahanan Keluarga.

Kedua, Isu Strategis Pelayanan Umum, meliputi: Pemerataan, Perluasan Akses dan Mutu Pendidikan; Peningkatan Kualitas, Akses dan Sistem Pelayanan Kesehatan; Infrastruktur Strategis, Infrastruktur Desa dan Perdesaan.

Ketiga, Isu Strategis Daya Saing Daerah, meliputi: Aksesibilitas, Kualitas, Daya Saing, Pengawasan, dan Perlindungan Ketenagakerjaan; Pengembangan KUMKM; Prestasi Pemuda dalam Lingkup Nasional dan Internasional; Pemilihan Kepala Daerah 2018; Akuntabilitas Kinerja Aparatur; Pengembangan Destinasi Wisata, Pusat Seni dan Budaya serta Gelanggang Olahraga; Lingkungan Hidup dan Penataan Ruang.

"Sementara itu, terdapat 10 Rancangan  Prioritas Nasional dan Program Prioritas Tahun 2018, yaitu: Pendidikan; Kesehatan; Perumahan dan Pemukiman; Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata; Ketahanan Energi; Ketahanan Pangan; Penanggulangan Kemiskinan; Infrastruktur, Konektivitas dan Kemaritiman; Pembangunan Wilayah; serta Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan," ungkap Wagub. 

Berdasarkan program di atas, Tema Pembangunan Jawa Barat Tahun 2018 yaitu, "Percepatan Pembangunan Manusia Bagi Upaya Peningkatan Daya Saing Menuju Kemandirian Masyarakat”.

Lanjut Deddy, ada 11 Prioritas Pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, yaitu: Akses dan Kualitas Pendidikan serta Keagamaan; Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan; Penyediaan Infrastruktur Layanan Dasar Permukiman dan Infrastruktur Strategis di Perkotaan dan Perdesaan; Peningkatan Iklim Investasi, Daya Saing Usaha dan Pariwisata; Peningkatan Ketahanan Pangan, Energi, dan Sumber daya Air; Peningkatan Kapasitas KUMKM dan Daya Saing Industri; Politik Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan; Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Penanggulangan Bencana; Penanggulangan Kemiskinan; Peningkatan Penataan Ruang Daerah; Peningkatan Kualitas Kependudukan.

Virtual Musrenbang yang dilaksanakan kali ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan sejak tahun 2015. Sebelumnya, telah dilaksanakan pula kegiatan Pra-Musrenbang Kewilayahan di setiap BKPP di Jawa Barat. "Virtual Musrenbang ini merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari seluruh tahapan Musrenbang Provinsi Jawa Barat Tahun 2017," katanya.

"Seiring dengan itu, saya berharap dan mengajak kita semua, utamanya para Bupati, para Walikota, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan di tingkat kabupaten/kota, untuk bersama-sama memanfaatkan forum berharga ini dalam rangka penyampaian Rencana Program/Kegiatan Prioritas Pembangunan Kabupaten/Kota, merujuk kepada hasil-hasil pembahasan dari tahapan perencanaan yang telah dilaksanakan sebelumnya," kata Deddy.

Daftar usulan Kegiatan Prioritas Kabupaten/Kota yang dihasilkan hari ini, kata Deddy, kemudian akan ditindaklanjuti melalui forum-forum dialog selanjutnya, untuk kemudian disinergikan dengan Prioritas Pembangunan Provinsi Jawa Barat. 

Forum- forum dialog yang dimaksud akan diselenggarakan secara 'marathon,' yaitu pada hari Selasa (11/4/2017) agenda Sidang Kelompok Lingkup Provinsi, dengan output yang diharapkan berupa Daftar Usulan Kegiatan Biro atau Perangkat Daerah Provinsi. Selanjutnya pada hari Rabu agenda Sidang Kelompok Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan output yang diharapkan berupa Daftar Usulan Kegiatan Kabupaten/Kota.

"Insya Allah hasil dari seluruh tahapan ini akan kita bawa pada puncak Musrenbang Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 April 2017. Output utama yang diharapkan dari forum puncak Musrenbang yaitu Kesepakatan Rencana Kegiatan Prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai bahan penyusunan dokumen RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018," ujar Deddy.

"Melalui komitmen yang kuat dan upaya yang penuh kesungguhan dari semua stakeholders, Inshaa Allah Sukses Perencanaan akan diikuti juga dengan Sukses Implementasi, yang ditandai dengan hadirnya kebermanfaatan pembangunan yang sebesar-besarnya bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan terwujudnya visi Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua," katanya.

Hadir pada kegiatan Para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota se- Jawa Barat, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bupati/ Wakil Bupati, para Walikota/Wakil Walikota, para Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, serta para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005 -2025, tahun 2013 -2018 merupakan tahap memantapkan pembangunan secara menyeluruh, sebelum memasuki tahap mencapai kemandirian masyarakat Jawa Barat di tahun 2018-2023. Dengan demikian, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, tahun 2018 merupakan tahap awal mencapai kemandirian.

(Penulis: IthinK)