Pemprov Jabar Beri Kemudahan Perizinan Perumahan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Senin, 12 Maret 2018 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 117 kali
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

BANDUNG, medikomonline.com – Pemprov Jawa Barat (Jabar) serius memberikan kemudahan pelayanan perizinan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Provinsi Jabar telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai Pemerintah Daerah yang memberikan kemudahan pelayanan perizinan perumahan.

"Pemprov Jabar dinilai telah berhasil dalam penyederhanaan prosedur perizinan perumahan. Izin yang semula selesai dalam tempo 14 hari kerja kini dapat disingkat menjadi 1-3 hari kerja saja," ungkap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) pada Acara Pelantikan DPW Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nasional (Perwiranusa) di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (11/03/2017).

Untuk lebih memperlancar urusan perumahan terjangkau yang layak huni ini, Gubernur Jabar meminta masyarakat perlu pro-aktif dalam gerakan bersama antara Pemerintah Pusat, Daerah, serta pengembang, untuk menyediakan hunian yang layak, khususnya bagi MBR.

Dijelaskan Aher, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), berdasarkan data yang diperoleh di tahun 2015-2016, untuk  Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahera FLPP), Provinsi Jabar tercatat sebagai pemasok rumah subsidi terbesar, yakni 87.091 unit.

Untuk mendukung perkembangan properti di Jabar, khususnya perumahan bagi MBR, Gubernur sepakat Perwiranusa yang mengusahakan properti atau perumahan, baik perumahan bagi masyarakat umum maupun perumahan bagi MBR.

Aher menyebutkan, kepemilikan rumah untuk MBR harus secara khusus diperhatikan. Karena dengan adanya bantuan, keberpihakan, ataupun subsidi, akan mempermudah mereka untuk memiliki sebuah hunian.

Gubernur juga mengajak generasi muda, khususnya yang sudah berpenghasilan untuk segera merancang perencanaan untuk memiliki rumah. "Rumah jadi bagian penting dalam kehidupan, maka generasi muda yang mulai berpenghasilan, segera menyadangkan penghasilannya untuk rumah," kata Aher.

Menurut Aher, hunian layak untuk MBR harus dirancang tidak terlalu mewah, dan tidak terlalu sederhana. Bangunan dibuat dengan layak, dan mempertimbangkan aspek psikologis keluarga.

"Misalnya ada tiga kamar dalam rumah, satu untuk orang tua, satu untuk anak perempuan, satu untuk anak laki-laki, nah ini ideal," kata Gubernur.

Sementara Ketua DPW Perwiranusa Jabar Yan Permana mengatakan, membangun rumah untuk masyarakat dengan dukungan FLPP, merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan sebagai anak bangsa. 

Membangun perumahan secara profesional, kredibel, fokus, dan konsisten menjadi pilar dalam membangun peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kami berupaya malayani masyarakat yang membutuhkan properti sesuai dengan potensi dan kapasitas yang ada," kata Yan.

Yan juga menyatakan, pihaknya akan turut pro-aktif dalam mempercepat program pemenuhan 'backlog housing' nasional dengan mendukung program dan kebijakan pemerintah untuk terlibat secara kontekstual, proporsional, dan aplikatif dalam mewujudkan rumah yang layak, sehat, aman dengan harga terjangkau demi peningkatan kesejahteraan MBR.

(Penulis: IthinK)