Pemprov Jawa Barat Sampaikan Rencana Perubahan APBD Tahun 2018
Selasa, 11 September 2018 | 12 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 36 kali
Sekretaris Daerah Jawa Barat sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jabar Iwa Karniwa (kanan). Foto: Ist/Hms Jbr

BANDUNG, Medikomonline.com  – Pemprov Jawa Barat menyampaikan rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBDP) Jawa Barat di Tahun 2018 ini yang mengalami  mencapai angka Rp1,29 Triliun. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jabar, Iwa Karniwa, mengatakan ada beberapa hal yang terkait dengan perubahan dikarenakan adanya target indikator yang ditetapkan untuk perubahan anggaran 2018.

Iwa menjelaskan, dari APBD Murni Tahun 2018, anggaran perubahan APBD Jabar mengalami kenaikan sebesar 5,25%. Salah satu kenaikan ini juga untuk menopang program quick response yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Uu Ruzhanul. “Program ini kami siapkan diperubahan karena akan segera dilaunching,” tutur Sekda.

Terkait kekurangan anggaran, Sekda memastikan hal ini bisa ditutup dari hasil Silpa perhitungan BPK yang mencapai Rp2,478 triliun. Pihaknya menargetkan pembahasan APBD Perubahan 2018 bisa tuntas menjelang akhir September sekaligus bisa ditetapkan. 

"Saya memimpin langsung dan memaparkan gambaran umum terkait APBD Perubahan. Diantaranya ada perubahan asumsi pejabat umum dan juga khusus untuk di bidang pendapatan terjadinya pelampauan pembiayaan," ujar Iwa pada Rapat Badan anggaran di Ruang rapat Banmus DPRD Jabar, Senin (10/9/18).

Menurutnya, Pemprov Jabar berencana melakukan pergeseran anggaran antarunit karena ada beberapa yang harus dikoreksi, hal ini tentu disesuaikan dengan kondisi pada saat berjalan. “Termasuk beberapa yang terkait dengan sisa lelang, ini juga perlu dimanfaatkan dalam perubahan APBD ini agar lebih optimal dalam penggunaan APBD 2018 setelah perubahan," tambah Iwa.

Pihaknya juga menyampaikan beberapa indikator ekonomi makro yang akan dilakukan dalam APBD P 2018 yaitu indeks pembangunan manusia ditargetkan antara 71% hingga 71,54%, lalu indeks pendidikan yang telah direncanakan sebesar 62,51% hingga 63,50?n beberapa hal yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi juga kan didorong antara 5,5% sampai dengan 5,9%, Inflasi  3,55 +1?n terakhir untuk investasi ditargetkan Rp315 triliun sampai dengan Rp335,3 triliun. 

Berdasarkan hal tersebut, kebijakan dari sisi pendapatan diantaranya adalah dengan memantapkan kelembagaan, intensifikasi dan ekstensifikasi, koordinasi pusat daerah,  jugs meningkatkan deviden BUMD, termasuk juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. 

Kemudian dilaksanakannya RPJMN 2015-2019, Sustainable Develompent Goals (SDGs), Good Governance, juga fungsi pendidikan 20?ri total, fungsi kesehatan 10?ri belanja, fungsi infrastruktur 10?ri total Pajak Kendaraan Bermotor, serta optimalisasi penggunaan aset daerah, dan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi. 

"Itulah kira-kira kebijakan anggaran yang kita coba lakukan sehingga target pendapatan murni 2018 adalah Rp31,96 triliun, pada rencana perubahan dengan beberapa peningkatan efisiensi,  efektifitas dan lain sebagainya itu menjadi Rp33,25 triliun sehingga ada peningkatan Rp1,29 triliun. Di sisi belanja diusulkan Rp33,9 triliun direncanakan alokasi belanja Rp35,7 triliun sehingga ada peningkatan belanja Rp 1,7 triliun ," jelas Iwa. 

(Penulis: IthinK)