Perum Jasa Tirta II Terima Audensi Warga dan Paguyuban Kolam Jaring Apung
Selasa, 06 Maret 2018 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 186 kali
Audensi warga dan Paguyuban Kolam Jaring Apung di Perum Jasa Tirta II

PURWAKARTA, Medikomonline-Ratusan warga dan Paguyuban Petani Karamba Jaring Apung Jatiluhur mendatangi Kantor PJT II Kabupaten Purwakarta Jawa Barat untuk beraudensi, Selasa (6/3/2018). Warga dan Paguyuban Karamba Jaring Apung berkumpul di halaman kantor PJT guna menyampaikan keberatan dengan akan diberlakukannya kebijakan zero karamba.

Dengan pengawalan dan pengamanan dari TNI Polri, sekitar 30 orang warga dan perwakilan dari paguyuban dipersilakan masuk ke dalam gedung. Hadir pada acara audensi, Dandim 0619 Ari Maulana, perwakilan Polres, Kadis Peternakan dan Perikanan Dr Ita, perwakilan dari Pemerintah Daerah, dan Unit Usaha Wilayah IV PJTII  Jatiluhur, Dodi Nugraha.

Perwakilan Petani Karamba Jaring Apung H Yana menyampaikan keberatan atas program penarikan karamba jaring apung milik petani dan kelompok. Program tersebut, membuat warga resah sebab mata pencaharian dan ladang pekerjaan mereka akan hilang.

Pada prinsipnya, mereka menolak Program Zero Karamba Jaring Apung dan meminta solusi terbaik. “Petani Karamba Jaring Apung Lokal atau warga asli Purwakarta agar tidak ditarik atau ditertibkan,” papar Yana.

Ketua Operasional Penertiban Karamba Jaring Apung/Satgas Waduk Jatiluhur Jernih (Zero Karamba)  Damdim 0619 Ari Maulana, menegaskan kebijakan tersebut sesuai dengan program pemerintah guna melindungi aset Negara. Program ini, sebelumnya sudah disosaialisasikan cukup lama.

“Berbagai sosialisasi telah dilaksanakan baik langsung ke para petani dan kelompok, juga lewat media social,” tuturnya.

Kesimpulan audensi ini disepakati dan diterima oleh semua pihak. Pihak paguyuban siap menjaga kebersihan, keamanan, dan siap ditertibkan. Bagi petani bukan lokal dibikin kampung pelangi, zonase.

Ari Maulana akan menyampaikan hasil audensi ini kepada Pemerintah Daerah sebagai pengambil keputusan.

(daup h/dadang nasir)