Petani Subang Keluhkan Benih Bantuan dari PT Pertani dan PT Sang Hiyang Seri
Selasa, 07 Februari 2017 | 10 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 212 kali
Benih unggul padi dikeluhkan petani.

SUBANG, Medikom - Sejumlah petani di Kabupaten Subang mengeluhkan benih bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subang. Program Tanam Legowo (Jarwo) tahun 2016 menuai polemik karena bantuan benih yang diberikan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subang untuk beberapa kelompok tani di Kabupaten Subang bermasalah.

    Di antaranya kelompok tani yang ada di Kecamatan Pagaden Barat dan Pagaden. Menurut beberapa kelompok tani yang ada di Kecamatan Pagaden Barat, bantuan benih dari pemerintah bermasalah. Diduga benih Ciherang ada dua jenis, karena pada saat ditanam, variabel padi tersebut pertumbuhannya tidak rata. Ada yang tinggi dan pendek, jadi jigjag.

    "Sementara pertumbuhan padi yang lebih tinggi proses penguningannya agak lambat, sedangkan yang pendek lebih cepat menguning," jelasnya. Hal ini terjadi bukan satu sampai dua orang saja, tetapi yang menanam benih bantuan dari pemerintah," jelasnya.

    "Sejujurnya kami sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi, kejadian seperti ini bukan sekarang saja, pada program sebelumnya pernah terjadi.  Tetapi saya sudah lupa tahun berapa waktu itu," ujarnya.

    "Akibat pertumbuhan tanaman padi jigjag, banyak anggota kelompok tani yang tidak mau menanam, lebih memilih benih punyanya sendiri," tandasnya.

    Kabid Produksi Asep saat ditemui di kantornya Selasa (24/01) menjelaskan, untuk benih bantuan bukan dari Dinas Pertanian, tetapi benih dari PT Pertani dan PT Sang Hiyang Seri. “Kami dari dinas hanya menyalurkan saja ke kelompok tani," ungkapnya.

    “Bagian penelitan benih disertifikasi oleh BPSB. Untuk program tanam tahun 2016, PT Sang Hiyang Seri kurang lebih 1.000 hektar dan untuk PT Pertani 13.085 hektar," jelasnya.

    Saat ditanya asal benih untuk program Jarwo, Kabid Produksi mengungkapkan, “Dari PT Pertani. Silakan tanyakan langsung saja agar lebih jelas ke PT Pertani."

    Kepala Cabang PT Pertani saat ditemui di kantornya mebenarkan benih tersebut dari PT Perani. "Ya benar, benih unggul yang bernama Padiku dan bertuliskan PT Pertani dari kita," paparnya.

    "Kemungkinan hal tersebut terjadi karena kesalahan petani pada waktu akan menanam," jelasnya seolah-olah tidak mau disalahkan.

    "Ya sudah nanti saya akan coba ke lapangan," papar kepala Cabang PT Pertani. Padahal pertumbuhan jigjag bukan satu orang petani, tapi yang mendapatkan bantuan Program Jarwo.

(Penulis: Mala/Editor: Mbayak Ginting)