Program Padat Karya Lingkungan Berdayakan 1.265 Orang Masyarakat Desa
Selasa, 21 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 498 kali
Ilustrasi padat karya/net

BANDUNG, Medikomonline.com  - Pembangunan ketenagakerjaan merupakan prioritas  pembangunan  di Jabar. Hal ini sesuai dengan janji kampanye  Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat difokuskan pada dua juta kesempatan  kerja  sampai  tahun 2018 ke depan.

Ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan atau lapangan kerja  yang tersedia, mendorong  Disnakertrans Jabar  untuk mengadakan  kegiatan perluasan lapangan kerja melalui  program padat karya pemberdayaan lingkungan  tahun 2017 di 25 lokasi desa/kelurahan  di 11 kabupaten/kota  di Jabar.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Jabar Drs Johny Darma MM yang diwakili Kepala Seksi  Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jabar Edi Junaedi SSos kepada Medikom baru-baru ini. Johny menjelaskan, tujuan program padat karya infrastruktur lingkungan ini mendayagunakan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur di perdesaan/perkotaan.

Dalam hal ini, kata Johny memberikan dampak nyata, yaitu terbentuknya prasarana dan rehabilitasi infrastruktur, lingkungan sosial, memperlancar saluran air/normalisasi air lingkungan, prasarana sosial lainnya dan sekaligus  dapat meningkatkan daya beli masyarakat yakni mendapat upah  berkat aktivitas yang dilakukan.

Pihaknya menjelaskan, sesuai perencanaan yang  sudah dilakukan, perluasan lapangan kerja melalui padat karya pemberdayaan lingkungan nanti, akan di laksanakan di 25  lokasi dengan melibatkan  50 orang pekerja dan 5 orang sebagai pengawas setiap lokasi di perdesaan. Dengan demikian program padat karya lingkungan di 11 kabupaten/kota melibatkan sebanyak 1.265  orang penganggur atau setengah penganggur.

Adapun kriteria lokasi yang dilakukan kegiatan antara lain seperti, prasarana jalan desa, normalisasi air, pembersihan tempat ibadah kecamatan/desa yang padat penduduk  dan banyak tenaga penganggur atau masuk daerah desa tertinggal, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah rawan bencana alam dan rawan sosial. Selain itu termasuk dalam hal pembersihan jalan lingkungan/tempat untuk digunakan untuk umum, prasarana utama  yang mempunyai nilai manfaat untuk kelancaran perekonomian masyarakat, di mana masyarakat secara sukarela/tidak menuntut ganti rugi atas tanah atau tanamannya yang kena program padat karya infrastruktur  lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan program padat karya pemberdayaan lingkungan ini direncanakan pada akhir  April 2017 sampai awal Mei 2017, selama 14 hari kerja di 25 lokasi di Kabupaten Bandung, Garut, Majalengka, Subang, Sumedang, Purwakarta, Pangandaran, Bogor, Ciamis dan Kota Ciamis.

“Dengan adanya program pemberdayaan  ini, pihaknya berharap dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan daya belinya dan memupuk rasa solidaritas dan sifat kegotongroyongan serta  meminimalisasi kesenjangan ekonomi di masyarakat,” ujarnya.

(Penulis: Laures)