Sampah Berserakan, Tanggul Irigasi Tegal Kadu Jebol
Senin, 20 Februari 2017 | 9 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 25 kali
turab Tegal Kadu, Kecamatan Serang Baru yang belum lama dikerjakan PJT Seksi Cipamingkis kini kondisinya ambrol.

BEKASI, Medikomonline.com - Pembangunan turab Tegal Kadu, Kecamatan Serang Baru yang belum lama dikerjakan PJT Seksi Cipamingkis kini kondisinya ambrol. Sampah yang menumpuk mengakibatkan arus air tersendat. Diduga kontraktor yang mengerjakan turab kurang menguasai segi keteknikan dan tidak mengedepankan kualitas pekerjaan. Selain itu, pengawasan dari dinas terkait dinilai kurang.

    Warga Kampung Tegal Kadu Salam ketika ditemui di lokasi ambrolnya turab menuturkan kepada Medikom, akibat dari menumpuknya sampah menimbulkan bau busuk. Padahal pekerjaan itu dikerjakan belum lama.

    “Oleh karena itu saya berharap secepatnya diperbaiki. Demikian pula dinas terkait semestinya jangan membiarkan sampah terlalu lama menumpuk, apalagi sekarang musim penghujan. Jika dibiarkan khawatir jebolnya makin meluas mengakibatkan banjir,” tutur salam. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena efeknya akan mengakibatkan dampak negatif, terutama ke persawahan penduduk.

    Di tempat terpisah Endang S, Koordinator Investigasi LSM Gempal (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) Kabupaten Bekasi mengatakan hal yag sama mengenai Turab Tegal Kadu kepada Medikom. “Seksi Cipamingkis harus bertanggung jawab dan secepatnya diperbaiki turab yang jebol. Padahal pembangunan turab anggaran 2016, mengingat jika dibiarkan fatal akibatnya. Kepala Seksi Cipamngkis harus tegas dan mengambil tindakan, bukannya membiarkan,” pungkas Endang.

    Oleh karena itu, kata Endang,  pihak PJT Seksi Cipamingkis seyogiamya mengawasi dan kroscek ke lapangan. “Yang saya tahu semenjak jebol dan menumpuknya sampah terkesan dibiarkan,” tambah Endang kepada Medikom.

    Ketika hendak dikonfirmasi Medikom, Kepala Seksi Cipamingkis tidak di tempat.

(Penulis: ASR/Editor: Mbayak Ginting)