A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Target PAD IMB Bandung Barat  Tercapai
Rabu, 01 November 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Kepala Bidang P2B Dinas Pekerjaan Umum dan Pentataan Ruang KBB Yoga Rukma Gandara ST MT

BANDUNG BARAT, Medikomonline.com - Menjelang akhir tahun beberapa dinas yang punya kewenangan menarik retribusi  Pendapaatan Asli Daerah (PAD) terus berupaya memaksimalkan target PAD-nya. Guna pencapaian pendapatan maksimal, salah satu dinas penarik retribusi adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Target pendapatan dari sektor perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saat ini baru tercapai sekitar 60 persen dari  target sebesar Rp3,3 milyar. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penertiban Bangunan (P2B)  Dinas PUPR KBB Yoga Rukma Gandara ST MT kepada Medikom, Kamis (25/10/2017) di ruang kerjanya.

Kendala belum tercapainya target PAD Retribusi IMB pada bulan Januari dan Februari izin IMB belum bisa diproses. IMB baru bisa diproses mulai bulan Maret 2017 karena ada perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru efektif pada bulan Maret dan itu menjadi kendala dalam prizinan.

Lanjut Yoga, salah satu contoh lagi  izin IMB untuk tower (BTS) itu  baru bulan Oktober ini aturan rekomendasi dari Kominfo keluar. “Kita akan lakukan koordinasi dengan BPMPTS terkait perizinan untuk menggali terus potensi-potensi perizinan yang ada di Bandung Barat,” katanya.

Berdasarkan data daerah yang dianggap sangat berpotensi dan diminati investor itu wilayah Bandung Utara karena merupakan daerah wisata. Jadi banyak potensi perizinan, akan tetapi khusus daerah Kawasan Bandung Utara (KBU) ada aturan khusus terakit KBU.

“Jadi saat ini kita tidak terlalu fokus dalam perizinan yang ada di KBU. Kita saat ini lebih cenderung mengali potenni di luar KBU,” ujarnya.

Yoga berharap masyarakat KBB akan semakin sadar tentang pentingnya perizinan, khususnya perizinan bangunan. Masalahnya, saat ini  masyarakat belum sepenuhnya  menganggap bahwa IMB merupakan kewajiban dalam proses pembangunan.

Menurut Yoga, PAD di perizinan bangunan akan tercapai secara maksimal bila kesadaran masyarakat tinggi. “Kita terus berupanya melakukan berbagai sosialisasi ke masyarakat terkait izin, khususnya IMB dan terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan,” ungkapnya.

(Penulis: Fauzi/Editor: Mbayak Ginting)