Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Ilem Butuh Bantuan Pemerintah
Rabu, 10 Oktober 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 50 kali
Mak Ilem (73) tinggal seorang diri di gubuk bambu reyot di lahan Perhutani, di Kampung Cihideung, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Dadang Nasir/Medikom)

PURWAKARTA, Medikomonline.com – Bertahun-tahun Mak Ilem tinggal di gubuk yang tak layak huni di Kampung Cihideung, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta. Dari pantauan awak media, Selasa (9/10/2018)   kondisi rumahnya memprihatinkan.

Mak Ilem (73) yang menginjak usia senja, seharusnya bisa menikmati kehidupan yang nyaman bersama anak cucu. Namun nyatanya Mak Ilem sudah bertahun-tahun hidup sebatang kara di gubuk bambu reyot di lahan Perhutani. Gubuk reot ini berlantaikan tanah, tanpa penerangan listrik. Bahkan yang lebih memprihatinkan, tidak ada MCK di gubuk reot ini.

Saat ditemui Ma Ilem mengatakan, “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya bekerja sebagai pemulung limbah bekas, seperti botol aqua. Saya sudah 2 tahun tinggal di sini dengan kondisi seperti ini."

Ma Ilem berharap Pemerintah Kabupaten Purwakarta turun tangan untuk memberikan bantuan agar bisa hidup seperti orang lain.

Kepala Desa Mulya Mekar selayaknya merespons dan membantu mengusulkan program rumah tidak layak huni (Ritulahu) buat Mak Ilem untuk mengurangi beban hidupnya.

(Penulis: Dadang Nasir/Editor: Mbayak Ginting)