Guru Madrasah Kota Tasikmalaya Puji Program Pemkab Purwakarta
Selasa, 28 November 2017 | 18 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 23 kali
Para guru madrasah berfoto bersama Dedi Mulyadi

PURWAKARTA, Medikomonline.com – Puluhan perwakilan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu mendatangi kantor Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Jalan Gandanegara No 25. Kedatangan mereka ini bertujuan dalam rangka diskusi dan tabayyun tentang kultur Sunda yang menjadi falsafah pembangunan di Pemkab Purwakarta.

Selama ini, para Guru Madrasah tersebut mengaku hanya mengetahui kiprah Bupati yang juga budayawan Sunda tersebut melalui akun-akun media sosial. Oleh karenanya, pertemuan langsung dengan Dedi Mulyadi kali ini dianggap perlu agar kabar tentang program Pemkab Purwakarta dapat terklarifikasi secara langsung.

Usai pertemuan, Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Ashari mengatakan dari sejak memasuki halaman Kantor Bupati Purwakarta, dirinya merasakan suasana nyaman dan asri. Terlebih, bangunan kantor pemerintah tersebut memang sengaja dirancang dengan menggunakan arsitektur khas Sunda.

Informasi yang menyebut bahwa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi merupakan pribadi yang memiliki wawasan Kesundaan sekaligus memiliki sikap filantropis pun diakui oleh Asep sudah terkonfirmasi melalui pertemuan kali ini.

“Pertama saya rasakan suasana lingkungan yang nyaman di sini, teduh dan artistik. Ini bisa menjadi ruang inovasi bagi kami selaku Guru Madrasah. Terus kemudian, Kang Dedi ini orangnya open banget, low profile, enak diajak ngobrol. Barusan saja kami diajak bicara tentang pendidikan dan kesundaan. Alhamdulillah, menjadi motivasi bagi kami,” jelas Asep.

Pemkab Purwakarta pun dinilai oleh Asep, memiliki kepedulian tinggi terhadap program berbasis Keislaman. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan pembelajaran Kitab Kuning yang diselenggarakan oleh sekolah umum di Purwakarta. Selain itu, penerapan kebijakan Islam Kultur pun dinilai efektif yakni berupa kebijakan penggunaan kain sarung bagi para pegawai dan pelajar setiap hari Jumat.

“Saya buktikan sendiri di sini bahwa info yang biasa di share oleh Kang Dedi di sosmed-nya itu benar, mungkin orang berkomentar miring itu karena tidak faham. Kang Dedi berhasil menghadirkan aura, kami merasa dirangkul oleh beliau,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap ajaran Islam dan falsafah kesundaan. Keduanya menurut dia, memiliki hukum pengelolaan terhadap lingkungan sekitar yang baik.

“Mun teu ngagem Islam jeung ngagem Sunda, pasti manggih balai (Jika tidak memegang teguh ajaran Islam dan ajaran Sunda pasti mendapat bencana.Red). Longsor, banjir, panyakit, kerusakan lingkungan. Ini tujuan penciptaan manusia oleh Allah,” ujar Dedi. ***

(Daup H)