Iriawan dan Ahmad Hadadi Kunjungi SMKN 1 Cidaun
Kamis, 09 Agustus 2018 | 4 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 90 kali
Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan bersama siswa SMKN 1 Cidaun di Kabupaten Cianjur. (foto: ist/Hms Jbr)  

CIANJUR, Medikomonline.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Mochamad Iriawan didampingi  Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi mengunjungi SMKN 1 Cidaun di Kabupaten Cianjur. Kunjungan ini untuk memastikan proses belajar mengajar dan fasilitas di sekolah yang spesifik di bidang kelautan ini berjalan lancar pascaalih kelola oleh pemerintah provinsi.

"Saya ingin memastikan fasilitas dan pembelajaran disini terlebih setelah alih kelola oleh Pemprov," katanya. Iriawan yang didampingi Ahmad Hadadi memeriksa satu persatu fasilitas sekolah sekaligus langsung mendengar keluhan dan harapan dari para siswa, guru, orang tua dan tokoh masyarakat yang sudah menunggunya di aula sekolah.

Dalam dialog tersebut para siswa dan guru mengeluhkan masih terbatasnya tempat pelatihan. "Ada beberapa hal yang mereka sampaikan terutama tempat pelatihan dan memang akan segera kita tindak lanjuti," ujarnya.

Sekolah kelautan ini memang menjadi salah satu SMKN unggulan di Jabar. Sekolah berbasis potensi daerah ini, sejak berdirinya tahun 2003 kini telah meluluskan 12 angkatan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2015 lalu bahkan telah menetapkannya sebagai sekolah rujukan.

Iriawan mengatakan, siswa lulusan SMKN 1 Cidaun tak perlu khawatir ketika akan mencari kerja. Sebab menurutnya belum banyak masyarakat yang memiliki keahlian khusus kelautan. Ditambah perusahaan swasta maupun pemerintah masih banyak membutuhkan SDM bidang kelautan.

"Tentu setelah lulus mereka punya keahlian khusus di bidang kelautan dan perikanan yang akan mudah mencari kerja karena sudah jelas. Bahkan saya dapat laporan tidak sedikit lulusannya yang bekerja di luar negeri," tuturnya.

"Kami pun nanti akan membantu dan mengarahkan untuk lapangan pekerjaan," tambah Iriawan.

Dengan hadirnya sekolah unggulan di wilayah selatan Jabar yang jauh dari pusat kota seperti di Cidaun ini, Iriawan berharap para orang tua tidak harus menyekolahkan anaknya jauh ke perkotaan. Sebab Pemprov Jabar menargetkan setiap satu kecamatan terdapat minimal ada satu sekolah unggulan.

"Pokoknya kita lengkapi apa kekurangan di tiap sekolah, agar mereka sekolah tidak jauh-jauh harus ke kota cukup di daerahnya karena telah memadai, termasuk infrastruktur jalannya," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Iriawan juga berdialog dengan para nelayan di Cidaun. Salah seorang nelayan mengeluhkan penghasilannya berkurang karena seringnya terjadi gelombang tinggi yang menyebabkan tidak bisa melaut. Padahal kekayaan di laut selatan Jabar ini sangat melimpah.

Menanggapi hal itu Iriawan mengatakan, Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan Pemprov Maluku Utara untuk menjalin kerja sama. Rencananya nelayan di kawasan Cidaun akan dibawa ke Maluku Utara untuk melaut dan diberikan pelatihan.

"Kita tahu laut selatan ini cukup besar gelombangnya dan nelayan hanya melaut apabila cuacanya memungkinkan. Karena itu kita tawarkan apabila ingin meningkatkan kesejahteraan, kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Malut bekerjasama agar nelayan kita bisa berhijrah ke sana, tapi tidak untuk menetap hanya sementara. Ini sebagai wujud perhatian kita pada nelayan," jelas Iriawan.

(Penulis: IthinK)