KKN DWRM Cihideung Laksanakan Seminar Go Green
Rabu, 08 Agustus 2018 | 4 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 104 kali
Seminar Go Green, Sabtu (4/8/2028) di SDN Cihideung Komplek, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

BANDUNG BARAT, medikomonline.com - KKN Desa Wisata Berbasis Revolusi Mental (DWRM) Cihideung melaksanakan seminar Go Green, Sabtu (4/8/2028) di SDN Cihideung Komplek, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Seminar yang ditujukan bagi siswa SDN Cihideung Komplek ini dimulai pukul 09.00 dan diikuti 120 siswa.

Seminar ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian Gebyar KKN Cihideung hingga Kamis (22/8/2018) dengan agenda KKN Cihideung Berkuban.

Hadir pada kegiatan tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd. Jajat menitip pesan kepada peserta seminar akan pentingnya menumbuhkan sikap cinta lingkungan. Ia juga memberi motivasi kepada para siswa untuk tetap belajar demi masa depan yang lebih baik.

Dari SDN Cihideung Komplek, hadir Kepala SDN Sukasira Cihideung, Sri Susanti SPd. Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mengadakan kegiatan seminar. “Kepada peserta agar hikmat dalam mengikuti seminar ini,” imbaunya.

Seminar terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama peserta disuguhkan dengan pematerian dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Adhi Setyowibowo, S.ST., M.T. Ia membawakan materi bertemakan “Pengelolaan Sampah”, dengan harapan peserta seminar mampu membuang sampah pada tempatnya bahkan pada tahap mengelola, sehingga lingkungan terbebas dari polusi sampah.

Pada sesi kedua peserta seminar disuguhkan dengan materi “Bank Sampah”, yang dibawakan oleh Habib Faris Abiyyu, aktivis lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Tujuannya, setelah mengelola sampah, peserta seminar mampu membentuk Bank Sampah di sekolah, yang pengelolaannya dibantu oleh guru. Karena konsep pengelolaannya seperti bank, maka diharapakan Bank Sampah ini dapat membantu perekonomian para siswa. Sehingga lingkungan menjadi nyaman dan aman serta menumbuhkan budaya menabung di kalangan siswa.

Pada dasarnya seminar merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kembali semangat cinta lingkungan kepada generasi muda. Karena lingkungan merupakan faktor vital keberlangsungan hidup umat manusia, maka sudah menjadi keharusan bagi kita merawat dan menjaga lingkungan.

Revolusi Mental merupakan visi besar pemerintah dalam upaya mewujudkan generasi emas 2045, tentu budaya kebangsaan harus tetap terjaga di tengah arus globalisasi. Salah satunya dengan menumbuhkan sifat cinta pada lingkungan sekitar.

Antusiasme peserta terlihat dalam kegiatan ini. Buktinya jumlah peserta mencapai 120 siswa dari kuota yang disediakan sebanyak 80. Mereka mampu memberikan pertanyaan kepada pembicara, yang pada intinya adalah cara mengelola sampah secara efisien, dan bagaimana menumbuhkan budaya buang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini berakhir pada pukul 12.00, ditandai dengan pemberian cinderamata kepada pemateri.

Ketua Pelaksana kegiatan Damara Ismiraj Putri mengharapkan dengan diadakannya seminar ini siswa dapat termotivasi dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah, serta dapat menumbuhkan budaya menabung melalui pengeloaan Bank Sampah. “Karena lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” tutur Damara.

Ketua KKN DWRM Cihideung Agil Nanggala mengutarakan bahwa sifat cinta terhadap tanah air salah satu bentuk nyatanya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga dan merawat lingkungan. Oleh karena itu tepat rasanya jika budaya tersebut dikenalkan kepada generasi muda.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata mahasiswa peduli terhadap permasalahan bangsa, karena bukti cinta terhadap tanah air bukan hanya dari narasi kata dan slogan saja, tetapi dari tindakan yang mengandung nilai kebangsaan,” ungkap Agil.

(dadan)