A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Medikomonline.com - Terkait realisasi pelaksanaan pembangunan sarana prasana di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi dengan anggaran dana ratusan juta dari" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Kementerian Agama Kota Sukabumi Akan Minta Penjelasan Kepala MTs Negeri Warudoyong, Pembangunan Sarana Prasaran Sekolah Sebaiknya Melibatkan Berbagai Pihak
Sabtu, 25 Agustus 2018 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Dana pembangunan sarana prasana di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi diminta dari orang tua siswa. (Foto: Iyans)

SUKABUMIMedikomonline.com - Terkait realisasi pelaksanaan pembangunan sarana prasana di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi dengan anggaran dana ratusan juta dari sumbangan orang tua murid, Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi belum memahami pernyataan “sesuai regulasi” yang disampaikan oleh Kepala sekolah MTs Negeri Warudong Kota Sukabumi.

“Namun dalam waktu dekat ini, kami akan meminta kepala sekolah tersebut untuk menjabarkan maksud yang disampaikannya tentang regulasi tersebut,” kata Bahrudin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Jumat, 24 Agustus 2018. Bahrudin mengungkapkan, "Memperhatikan apa yang disampaikan Kepala Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi yakni sesuai regulasi."

"Namun kalau pun kepala sekolah dalam pelaksanaan atau di dalam merealisasikan uang hibah dari masyarakat untuk pembangunan yang sedang berlangsung di sekolah yang dirinya pimpin, sudah sesuai dengan regulasi atau mekanisme peraturan yang ada, tentunya kepala sekolah harus memperhatikan aspek-aspek lain di sekelilingnya. Mengingat berbagai peraturan yang berlaku saat ini, di mana pun itu, tidak lahir dengan sendirinya melainkan buah hasil kesepakatan dari berbagai unsur,” ujar Bahrudin.  

Klarifikasi dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah ini diminta wartawan terkait dengan pernyataan Kepala Sekolah MTs Negeri Warudong Kota Sukabumi yang mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan sarana prasana di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi "sudah sesuai regulasi". Dana pembangunan sarana prasana di MTs Negeri Warudoyong ini sendiri diminta dari sumbangan para orang tua murid yang jumlahnya lebih 240 orang. Tiap-tiap orang tua siswa memberikan sumbangan sebesar Rp1.500.000,-.  

Dalam pelaksanaan pembangunan yang sedang berlangsung di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi, Bahrudin menegaskan, kepala sekolah dipandang penting untuk melibatkan berbagai pihak. Dari pihak orang tua siswa bisa diwakilkan kepada  Komite Sekolah, sementara dari lingkungan sekolah sendiri kepala sekolah seyogyanya melibatkan para Wakil Kepala Sekolah dari berbagai bidang.

“Lebih bagusnya lagi, di samping kepala sekolah melibatkan Komite dan para Wakasek, para orang tua siswa yang telah menyumbangkan uangnya dalam pembangunan tersebut dapat dilibatkan juga. Diyakini dengan adanya keterlibatan dari berbagai unsur, akan terjadi singkronisasi dari berbagai pihak termasuk akan terbangun sinergitas yang baik antara sekolah dan para orang tua siswa,” jelasnya.

“Di dalam meralisasikan uang hibah masyarakat untuk kegiatan  pembangunan di MTs tersebut, saya menilai hubungan komunikasi antara kepala sekolah dengan berbagai pihak belum terbangun dengan baik. Sehingga, hal itu menimbulkan perbedaan penyampaian informasi yang dibutuhkan oleh media sebagai sarana informasi public, yang mana informasi yang disampaikan oleh kepala sekolah kepada wartawan berbeda dengan apa yang disampaikan komite, serta Wakasek bidang saranan prasana, yakni kepala sekolah mengatakan yang melaksanakan pembangunan itu komite, sementara komite dan Wakasek sarana prasarana mengatakan yang melaksanakan pembangunan hampir sepenuhnya oleh kepala sekolah. Jelas hal itu menunjukan komunikasi yang baik belum terbangun antara Kepala Sekolah, Wakasek Bidang Sarana Prasarana serta Komite Sekolah, sehingga dalam penyampaian informasi terjadi perbedaan,” pungkas Bahrudin. (Iyans/Tim)

(Penulis: Iyans -Tim/Editor: Mbayak Ginting)