A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Kepemimpinan di Era Digital Harus Relevan, Visioner dan Inovatif
Minggu, 07 Oktober 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ridwan Kamil menjadi narasumber seminar Leadership in the Era Digital yang digelar IPB di Auditorium Mandiri Mahasiswa IPB. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BOGOR, Medikomonline.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ada lima prinsip dasar kepemimpinan di era teknologi digital saat ini, yaitu harus relevan, visioner, inovatif, berani mengambil risiko dan agen perubahan.

Risiko pemimpin di era digital, segala tindak tanduknya akan diperhatikan publik atau relevan. "Prinsip di era digital ini yang terpenting relevan. Relevan itu dia (pemimpin) tahu bagaimana bersikap di era yang serba cepat, serba transparan," ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat menjadi narasumber seminar Leadership in the Era Digital yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB) di Auditorium Mandiri Mahasiswa IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/10/18).

"Setiap tindak-tanduknya pasti akan dimonitor oleh warga secara digital, nggaboleh ada error, ada ketidakjujuran, karena pasti akan ketahuan," lanjutnya.

Selain relevan, kepemimpinan yang dibutuhkan di era digital ini adalah visioner. Seorang pemimpin yang memiliki pemikiran jauh ke depan.

"Indonesia oleh Bung Karno lahir dari impian. Maka Jawa Barat lima tahun ke depan akan saya impikan menjadi Juara Lahir Bathin. Juaranya karena menjadi pemenang, lalu lahir bathinnya saya akan seimbangkan urusan dunia dengan akhirat," papar Emil.

Inovasi juga menjadi kunci apabila pemimpin di era digital ingin berhasil. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan berbagai inovasi melalui ide-ide kreatifnya.

Kemudian risk taker, pemimpin berani mengambil risiko. "Risk taker, berani mengambil risiko. Kalau tidak berani mengambil risiko jangan jadi pemimpin," jelas Emil.

Prinsip terakhir kepemimpinan di era digital yaitu agent of change atau agen perubahan. Pemimpin era digital dituntut mampu membawa perubahan bagi yang dipimpinnya.

(Penulis: IthinK)