Language Parade di SMP Alfa Centauri Mengingatkan Kembali Pentingnya Berbahasa
Kamis, 10 Januari 2019 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 211 kali
SMP Alfa Centauri menyelenggarakan Language Parade dalam memasuki semester genap tahun ajaran 2018-2019. (Foto: Sandi)

BANDUNG, Medikomonline.com – Rabu (2/1/2019) hari pertama memasuki semester genap pada tahun ajaran 2018-2019,  SMP Alfa Centauri mengawali kegiatan dengan menyelenggarakan “Language Parade”. Kegiatan ini merupakan parade penggunaan tiga bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang biasa digunakan sehari-hari.

Menurut Kepala SMP Alfa Centauri Ani Muliani SSi MMPd, kegiatan Language Parade ini membuka peluang bagi seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk mengembangkan kemampuan berbahasa mereka sesuai dengan bakat dan minatnya.

“Pada puncak kegiatan ini diselenggarakan berbagai lomba, seperti lomba mendongeng, singing contest, menulis aksara sunda, dan kegiatan lainnya yang masing-masing mewakili tiga bahasa tersebut,” ujar Ani.

Sementara itu, Ketua Panitia Language Parade Euis Masridah SPd mengatakan, pada dasarnya, tujuan utama diselenggarakan kegiatan “Language Parade” adalah untuk mengingatkan kembali pentingnya berbahasa serta meningkatkan intelektualitas, emosional dan sosial siswa melalui penggunaan bahasa yang sesuai dan proporsional.

"Sebetulnya tidak ada pengkhususan bahasa tertentu, hanya saja kami melihat ketiga bahasa ini menjadi bahasa kunci dalam menghadapi perkembangan jaman,” kata Euis yang juga guru Bahasa Sunda menjelaskan mengapa hanya dikhususkan untuk ketiga bahasa di atas.

Sebagai contoh, lanjut Euis, dulu hampir seluruh masyarakat di Kota Bandung menjadikan Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah sekaligus bahasa Ibu, sehingga Bahasa Sunda memegang peranan penting sebagai identitas, ciri khas, pembeda dan alat komunikasi efektif. Namun saat ini, penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam komunikasi dan pergaulan semakin ditinggalkan karena dirasa kurang keren.

“Banyak anak muda yang semakin enggan menggunakan Bahasa Sunda dan cenderung memilih Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Dampaknya, Bahasa Sunda menjadi salah satu bahasa daerah yang terancam punah,” ungkapnya.

Mengingat hal tersebut, SMP Alfa Centauri berusaha untuk terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahasa-bahasa tersebut, dan membantu siswa mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, serta mampu mengemukakan gagasan, perasaan, partisipasi dalam masyarakat serta meningkatkan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.

Guru Bahasa Inggris SMP Alfa Centauri Novia Nafilah mengatakan, secara keseluruhan penyelenggaraan Language Parade tahun ini cukup meriah, dan diikuti antusias oleh seluruh siswa.

“Kami juga terbantu untuk memfasilitasi siswa mengekspresikan potensi mereka dalam berbahasa. Hanya saja jenis lomba yang diselenggarakan masih harus ditambah khususnya lomba yang mampu mengeksplore kemampuan dasar siswa dalam berbahasa. Kami juga berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa menggunakan bahasa sesuai dengan kaidahnya masing-masing,” ujarnya.

(Penulis: Sandi/Editor: Mbayak Ginting)