Libur Ramadan, Pelajar Purwakarta Fokus Dalami BTQ dan Kitab Kuning
Selasa, 30 Mei 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 21 kali
Seluruh pelajar tersebut diwajibkan untuk mendalami pelajaran Baca Tulis al Quran (BTQ) dan pendalaman Kitab Kuning.

PURWAKARTA, Medikomonline.com – Libur panjang akan dialami oleh para pelajar di Kabupaten Purwakarta selama bulan Ramadhan. Akan tetapi, dalam menjalani masa libur, seluruh pelajar tersebut diwajibkan untuk mendalami pelajaran Baca Tulis al Quran (BTQ) dan pendalaman Kitab Kuning.

   Hal itu diungkapkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di sela kegiatannya, Rabu (24/5) di Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

   Dedi yang hadir dengan mengenakan iket Sunda dan kemeja putih tersebut mengatakan, tradisi libur Ramadan di Purwakarta memang selalu diisi dengan hal-hal yang mendorong fokus pelajar untuk menjalankan ibadah. Selain puasa, fokus mereka kali ini ditambah dengan pelajaran BTQ dan Kitab Kuning

   “Belajar formalnya libur. Kami ganti dengan menyebar para pelajar ke majelis-majelis, ke masjid-masjid, dan ke pesantren-pesantren. Mereka bisa memperdalam BTQ dan Kitab Kuning di sana, tafsir Quran juga bisa,” jelas Dedi.

   Skema evaluasi juga sudah disiapkan oleh Pemkab Purwakarta melalui leading sector Dinas Pendidikan setempat dan secara teknis dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing. Evaluasi ini bertujuan untuk menakar sejauh mana kemampuan dan pemahaman pelajar terhadap materi yang telah mereka pelajari.

“Kalau masuk sekolah lagi nanti dievaluasi, berapa surat pendek yang mereka hafal, bisa tidaknya mereka membaca kitab kuning. Ada penilaian sejauh mana kemampuan pelajar kita,” katanya menambahkan.

   Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Rasmita di tempat yang sama mengatakan pihaknya sudah memberikan instruksi kepada seluruh guru di sekolah agar melakukan monitoring aktif berupa pendampingan para pelajar saat belajar BTQ maupun Kitab Kuning. Selain itu, keseharian pelajar pun akan turut dipantau, untuk mengukur sejauh mana penerapan Pendidikan Karakter dilakukan.

                “Para pelajar akan didampingi oleh gurunya. Jadi monitoring dan evaluasi nanti turut berjalan,” pungkasnya.

(Penulis: Daup/Editor: Dadan)