Orangtua Siswa Lulusan 2017 Selenggarakan Perpisahan
Senin, 29 Mei 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 109 kali
Kepala Sekolah sedang mengalungkan medali kepada siswa lulusan ke-52 SMKN 1 Kota Sukabumi.

SUKABUMI, Medikomonline.com - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Sukabumi, Sabtu (20/5/2017) bertempat di lapangan SMKN 1 Kota Sukabumi Jalan Kabandungan No 90 Kota Sukabumi, melepas 536 siswa-siswi dari 7 jurusan yang dikembangkan sekolah tersebut.

Perpisahan yang dinamakan, "PURNAWIYATA 2017" mengambil tema "Moal Unggut Kalinduan Moal Gedag Kaanginan, Seja Sumujud ka Gusti Babakti ka Lemah Cai".  Acara ini juga dihadiri Desi Ratnasari, anggota DPR RI, dan Ustaz Zaky Mirza.

Seraya mengucapkan selamat kepada SMKN 1 Kota Sukabumi yang telah meluluskan 52 lulusan, dalam ceramahnya, Ustaz Zaky Mirza mengajak agar senantiasa menjadi orang yang selalu bersyukur sehingga nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME akan terasa nikmatnya. Di samping itu kepada seluruh yang hadir, dirinya juga berpesan agar senantiasa menjadi orang yang dipenuhi dengan kebaikan. Karena menurutnya, orang yang dipenuhi dengan kebaikan akan selalu memiliki kekayaan hati.

Usai Ustaz Zaky Mirza memberikan ceramah, acara pun berlanjut dengan pemberian penghargaan kepada salah satu siswa peraih nilai UNBK tertinggi. Selang 3 menit setelah pemberian penghargaan tersebut, diiringi alunan musik tradisional, acara dilanjutkan dengan pengalungan medali yang dikalungkan langsung oleh Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi kepada 536 siswa-siswi lulusan ke-52 sekolah tersebut.

Sukses dan meriahnya acara tersebut merupakan dedikasi dari semua orang tua murid lulusan tahun pelajaran 2016-2017, seperti yang disampaikan oleh Ruli Wakasek Bidang Kesiswaan di sela-sela kegiatan berlangsung kepada wartawan mengatakan, acara perpisahan ini cukup meriah. Pihak sekolah hanya memfasilitasinya saja. Berlangsungnya acara ini, orang tua yang menyelenggarakan, bukan sekolah, karena sekolah tidak mampu menyelenggarakan acara perpisahan.

“Terlaksananya acara perpisahan pun, ini melalui rapat orang tua bersama pihak sekolah. Salah satunya yang dibahas dalam rapat tersebut, pihak sekolah menyerahkan kepada orang tua bahwa pihak sekolah hanya mampu mendidik sampai mereka lulus saja, tidak mampu untuk menyelenggarakan perpisahan,” katanya.

Namun, dalam rapat tersebut ada permintaan dari seluruh orang tua untuk dilaksanakan perpisahan anak-anaknya. Pada awalnya tidak akan dilaksanakan perpisahan, karena ada permintaan dari para orang tua dan mereka sanggup untuk membiayainya secara swadaya, maka terlaksanalah perpisahan ini.

“Jadi panitia penyelenggara perpisahan tersebut adalah orang tua, bahkan selesai acara perpisahan, mereka ada acara makan bersama dan itu dewan kelas masing-masing yang menyediakan. Oleh karnanya menunya pun berbeda di antara kelas dengan kelas yang lainnya, tentunya kalau pihak sekolah sebagai panitia, dalam acara makan bersama pun, pasti akan sama menu yang disajikannya, karena kalau tidak sama akan menimbulkan kecemburuan sosial,” pungkasnya.

(Penulis: Iyans/Editor: Edie NS)