Pengembangan Kemampuan Menyalin Kalimat Melalui Media Jendela Kalimat pada Anak Tunagrahita Sedang
Kamis, 19 April 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 51 kali
Imas Rohiyatiningsih, S.Pd

Oleh Imas Rohiyatiningsih, S.Pd

(SLB Roudhotul Zannah Soreang)

 

ABSTRAK

Permasalahan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terutama bagi anak tunadaksa adalah hal yang kompleks. Masalah yang muncul bisa disebabkan oleh ketunaannya, lingkungan dan bahkan bisa disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat.

Media lubang huruf merupakan hal termudah dan termurah untuk media pembelajaran. Media lubang huruf ini tidak memerlukan keahlian khusus.

Media ini bertujuan untuk membantu anak tunadaksa spastik dalam menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan menyalin kalimat pada anak tunagrahita sedang kelas 4 di SLB Roudhotul Zannah setelah menggunakan media jendela kalimat.

 

PENDAHULUAN

Salah satu peran utama keberhasilan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus adalah peranan guru. Guru yang dibutuhkan adalah guru yang dapat membantu anak menciptakan keberhasilan pendidikan dengan ketunaan yang dideritanya.

Sedangkan ketunaan pada anak bisa menyebabkan permasalahan atau kesulitan dalam pencapaian keberhasilan pendidikan. Seperti kesulitan yang dialami oleh anak tunagrahita sedang adalah dalam menyalin kalimat. Hal ini disebabkan anak tidak dapat membedakan huruf satu dengan huruf lain yang disebabkan oleh kurang memahami simbol atau bentuk huruf, tidak dapat konsentrasi dengan objek tulisan yang terlalu banyak yang disebabkan oleh gangguan hubungan keruangan persepsi visual. Untuk itu muncullah media pembelajaran Jendela Kalimat.

 

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas  (PTK). Subyek penelitian 3 orang siswa kelas 4 SDLB C 1 dan satu orang guru kelas 4 SDLB C 1.  Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan proses mengamati, merefleksikan dan merevisi dari data-data yang diperoleh dari setiap tindakan, dari awal hingga akhir tindakan.

Data dikelompokkan ke dalam bentuk tabel observasi dan wawancara. Data dipilih sesuai dengan tujuan PTK ini. Selanjutnya dibahas untuk memperoleh kesimpulan.                              Terdapat dua data yang dikehendaki dalam penelitian ini. Pertama, data kondisi obyektif kemampuan menyalin saat ini.

Berdasarkan data hasil penelitian kondisi obyektif tersebut maka diperoleh data kedua, data pengembangan kemampuan menyalin anak tunagrahita sedang.

 

 HASIL DAN PEMBAHASAN

1.            Kondisi Obyektif  Kemampuan menyalin pada anak tunagrahita sedang kelas 4 SDLB Roudhotul Zannah pada saat ini

 

 

Melalui hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen maka diperoleh data bahwa dalam aspek persiapan semua subyek belum melakukan asesmen yang terdokumentasi dengan baik. Guru kelas tidak membuat persiapan. Pada aspek pelaksanaan, subyek guru kelas 4 SDLB C 1 melaksanakannya dalam jam belajar efektif sebagai bagian dari materi pelajaran Bahasa Indonesia.

Adapun kemampuan menyalinnya adalah sebagai berikut:

  1. Tulisan tidak bisa di baca karena  hanya kumpulan huruf – huruf   yang tidak tersusun sebagai kata.
  2. Terjadi pelompatan kalimat dari baris satu ke baris yang lain
  3. Terjadi pelompatan kata dan huruf dari baris yang lain.
  4. Terjadi pelompatan kata dan huruf pada satu baris.
  5. Ada huruf dan kata yang hilang.

2.            Pengembangan kemampuan menyalin kalimat melalui media jendela kalimat  pada anak tunagrahita sedang

Dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 3 siklus. Di dalam setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Adapun hasil setelah dilakukan 3 siklus penelitian Tindakan Kelas dapat dilaporkan adanya peningkatan kemampuan menyalin kalimat pada anak tunagrahita sedang antara lain sebagai berikut:

1.            Tidak terjadi pelompatan kalimat satu ke baris yang lain

2.            Tidak terjadi pelompatan kata dari satu baris, maupun dari baris lain

3.            Tidak tertukar huruf satu dengan huruf yang lain dalam satu baris maupun

                baris lain

4.            Tidak ada huruf atau kata yang hilang                                                                         

 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Berdasarkan hasil penelitian, analisis, dan pembahasan, maka penelitian ini menghasilkan kesimpulan. Pertama, kondisi obyektif pembelajaran menyalin kalimat saat ini berdasarkan asesmen, pelaksanaannya dapat dilakukan pada jam belajar efektif. Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang mudah didapat dan mudah penggunaannya tidak memerlukan keahlian khusus. Selain itu juga murah. Bahan untuk membuat media ini bisa menggunakan barang-barang bekas. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah kondisi anak yang unik untuk setiap anak. Kedua, panduan terdiri dari tiga bab, yaitu bab satu pendahuluan (dasar pemikiran, pengertian jendela kalimat, tujuan, ruanglingkup, subyek, flow chart), bab dua prosesdur (identifikasi, persiapan, waktu pelaksanaan, pelaksanaan, dan bab tiga evaluasi (berisi penskoran dan cara penilaian).

Adapun rekomendasinya adalah pertama, bagi guru, panduan ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran menyalin kalimat. Agar lebih menguasai penerapannya maka perlu sering digunakan. Kedua, bagi pihak sekolah diharapkan dapat melengkapi media pembelajarannya sehingga guru tidak kesulitan mencari media pembelajaran.

Untuk penyediaan media pembelajaran pihak sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua dan pihak pemerintah untuk melengkapi berbagai media yang berkaitan dengan pembelajaran menyalin kalimat. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan panduan yang bersifat hipotetik sehingga direkomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menguji desain tersebut agar menjadi panduan yang dapat digunakan secara luas dan valid serta reliable. ***

(Imas Rohiyatiningsih, S.Pd)