medikomonline.com -  Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan sebuah upaya pemerintah yang direalisasikan melalui Peraturan Kementerian" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Rachmat Mulyana SPd MHum, Sistem Zonasi Merupakan Upaya Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Jumat, 03 Agustus 2018 | 15 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 758 kali
Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Sukabumi Rachmat Mulyana SPd MHum (Foto: Iyan-S/Medikomonline)

SUKABUMI, medikomonline.com -  Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan sebuah upaya pemerintah yang direalisasikan melalui Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Melalui sistem zonasi pemerintah berkeinginan adanya akselarasi peningkatan kualitas sekolah secara merata dengan cara sebaran kualitas input siswa.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Sukabumi Rachmat Mulyana SPd MHum di ruangan kantornya beberapa hari Lalu. Menurutnya, anak dapat menentukan pilihan untuk melanjutkan jenjang pendidikan di sekitar tempat tinggalnya, baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Lanjut Rachmat mengatakan, "dengan sistem zonasi, anak tidak harus selalu memilih sekolah-sekolah favorit yang jauh dari tempat tinggalnya. Tentunya melalui sistem zonasi, anak-anak yang memiliki prestasi dan kompetensinya bagus akan terdorong untuk masuk di sekolah-sekolah terdekat yang ada di sekitar  tempat tinggalnya masing-masing."

Jika sistem zonasi telah terealisasikan secara merata dengan baik, kata Rachmat, sistem tersebut akan berdampak positif terhadap pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah. “Karena salah satu parameter untuk mendongkrak kualitas suatu sekolah dapat dipengaruhi oleh input anak dengan dasar kompetensinya yang bagus,” katanya.

Melalui sistem zonasi ini ujar Rachmat, siswa-siswi yang memiliki kemampuan bagus tersebut  dapat menyebar di sekolah-sekolah secara merata, tidak hanya di sekolah favorit saja. “Apabila hal itu betul-betul terlaksana dengan baik tentunya akan mendongkrak kualitas sekolah di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, ada hal  yang paling penting untuk diperhatikan oleh semua pihak, khususnya oleh penyelenggara pelayanan pendidikan/sekolah, yaitu  peningkatan layanan pendidikan yang berkualitas. Meskipun  dari segi input siswanya sudah bagus, jika tidak ditunjang dengan kualitas layanan pendidikan yang bagus dan tidak terstruktur dengan baik tentu tidak akan berdampak terhadap kualitas hasil pendidikan yang diselengarakan di sekolah itu sendiri.

“Namun apabila segi kualitas layanan yang diselenggarakannya sudah bagus dan terstruktur dengan baik, maka secara otomatis siswa-siswinya juga akan berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, tambah Rachmat, dengan sistem zonasi maka warga setempat akan lebih banyak diterima di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya, dengan perbandingan persentase yang cukup dominan yang terbagi melalui beberapa jalur, yaitu Warga Penduduk Setempat (WPS), Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Penghargaan Maslahat Guru dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Jalur Prestasi dan Jalur Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN).

“Kuota Jalur WPS 10%, Jalur KETM 20%, Penghargaan Maslahat Guru dan ABK 5?n Kuota Jalur Prestasi 15%, sedangkan untuk jalur NHUN yaitu 40%. Untuk Jalur NHUN sendiri nilai UN menjadi pertimbangan, namun sekolah tetap memprioritaskan pada anak yang lokasi rumahnya lebih dekat dengan sekolah, sedangkan untuk zonasi luar wilayah kuotanya sebesar 10%, terbagi dua jalur yaitu prestasi 5?n Jalur NHUN 5%,” tuturnya.

Sementara di SMA Negeri 4 Kota Sukabumi sendiri, Rachmat menjelaskan, PPDB tahun ajaran 2018-2019 lebih memprioritaskan sistem zonasi, terlebih pada Jalur WPS, KETM, Penghargaan Maslahat Guru dan ABK serta Jalur Prestasi. Hampir 100% kuotanya terpenuhi dengan prioritas utama, yakni warga setempat. Sementara untuk kuota  jalur NHUN 70% untuk Nilai 30%-nya Jarak. 

Tetapi pada intinya kata Rachmat, di mana pun anak-anak belajar, pemerintah harus memfasilitasinya sebaik mungkin, khususnya melengkapi fasilitas-fasilitas yang menjadi kebutuhan  sekolah. “Sehingga Kami yang menjadi leading utama untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas  terhadap masyarakat, betul-betul dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik tanpa ada kendala-kendala yang signifikan,” ujarnya.

Rachmat juga menilai, "Secara umum PPDB tahun 2018 dapat berjalan dengan baik. Kalaupun ada sedikit kendala-kendala, namun bukanlah hal  yang luar biasa. Semua dapat diantisipasi dengan baik. Mudah-mudahan dari tahun ke tahun PPDB di setiap jenjang di seluruh sekolah-sekolah pada umumnya, terus mengalami peningkatan ke arah yang semakin baik."

Ia juga mengingatkan hal yang paling utama perlu diketahui bersama adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa status sekolah sama di mana pun berada, baik yang berstatus negeri maupun swasta. Karena masa depan anak itu tidak tergantung kepada asal sekolahnya, namun lebih tergantung kepada individunya masing-masing.

"Jadi mudah-mudahan kita semua, khususnya para orang tua dapat mengedukasi anaknya, bahwa memilah dan memilih sekolah itu bukan berdasarkan keinginan tetapi berdasarkan kemampuan. PPDB juga ada mekanisme-mekanisme yang harus ditempuh untuk menjadi kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan," tutupnya.

(Penulis: Iyan S/Editor: Mbayak Ginting )