SMP 4 Padalarang Diduga Lakukan Pungutan kepada Orang Tua Siswa
Jumat, 06 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 53 kali
Ilustrasi stop pungutan sekolah

BANDUNG BARAT, Medikomonline.com - Gencarnya larangan pungli tak menyurutkan praktik pungli itu sendiri. Buktinya, SMPN 4 Padalarang Kabupaten Bandung Barat diduga melakukan pungutan ke orang tua siswa masing-masing sebesar Rp 100.000. Dalihnya untuk pembelian sampul raport atau ijazah siswa. Hal ini disampaikan salah satu orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya kepada Medikom baru baru ini di komplek perkantoran Pemda Bandung Barat.

   Dari informasi tersebut Medikom mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala TU SMPN 4 Padalarang Iwa melalui telpon akan tetapi tidak dijawab. Medikom pun mencoba konfirmasi melalui pesan singkat. Namun sampai berita ini diturunkan Kepala TU SMPN 4 tidak membalas.

   Sementara Juhro Kepala Bidang SMP Disdik KBB, Jumat (23/09/2017) ditemui di lingkungan Masjid Agung KBB mengatakan, sejauh ini belum ada informasi ke pihak dinas. “Kita klarifikasi dulu ke sekolah untuk apa uang tersebut, apa memang untuk sampul raport siswa. Ya kita klarifikasi dulu biar jelas,” ujarnya.

   Lanjut Juhro, pengadaan raport itu dari dinas dan memang tidak berikut dengan sampulnya. Dinas hanya memberikan raportnya saja. Boleh atau tidaknya uang pungutan pembelian sampul raport/ijazah oleh sekolah nanti setelah dilakukan klarifikasi ke pihak sekolah agar tahu siapa yang memungut dan untuk apa.

                Sementara Sudibyo yang juga merupakan anggota Tim Saber Pungli tingkat daerah, mengatakan efektivitas Tim Saber Pungli belum bisa dilaksanakan maksimal karena terbentur anggaran waktu itu. “Akan tetapi sekarang dengan sudah ada anggaran kita akan lakukan pencegahan ke lapangan. Dinas yang tergolong rawan terjadi pungli itu di antaranya pendidikan. Maka dari itu kita akan lakukan sosialisasi, pencegahan dan penindakan. Terkait hal tersebut kita akan lakukan pencegahan terlebih dahulu,”  ungkanya.

(Penulis: K Fauzi R)