A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Sekber Wartawan Depok Gelar Diklat Pemantapan Jurnalis, Wartawan Tidak Boleh BerhentiĀ Belajar
Kamis, 14 Maret 2019 | 9 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Para peserta Diklat Pemantapan Jurnalis bersama Kasi Komunikasi Publik Rusmiati yang mewakili Kadis Kominfo Depok.

DEPOK, medikomonline.com - Sekretaris Bersama (Sekber) Wartawan Kota Depok menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemantapan Jurnalis, dengan tema "Membangun Profesionalitas dan Kemerdekaan Wartawan". Acara pembukaan Diklat, Rabu (13/3/19), dihadiri Kasi Komunikasi Publik Rusmiati, mewakili Kadis Kominfo Depok yang berhalangan hadir.

"Dengan adanya acara Diklat Sekber ini, saya berharap semoga bisa lebih mengedukasi masyarakat Depok dalam pemberitaan, dan juga bisa menyuguhkan berita yang berimbang," ungkap Rusmiati dalam sambutannya.

Lebih jauh Rusmiati mengungkapkan bahwa diklat pemantapan ini sangat perlu terkait profesi wartawan itu sendiri. "Sebelum di Kominfo, saya dulu di disdik. Dalam dunia pendidikan atau profesi, sertifikasi itu sangat penting," lanjut Rusmiati.

Dalam pembukaan, Herry Budiman selaku Ketua Presedium Sekber Wartawan Kota Depok mengungkapkan, program diklat ini sudah masuk dalam program kerja Sekber.

"Peserta diklat pemantapan ini dari dan oleh wartawan sekber. Sifatnya sharing, dan bukan berarti yang ikut diklat ini tidak memiliki kapasitas. Di luar itu, pemateri juga ada yang dari luar yaitu dari LKB Antara," jelas Herry.

Sementara itu, Putra Gara, selaku ketua panitia acara berharap diklat pemantapan ini selain untuk mempererat persaudaraan profesi, juga meningkatkan nilai-nilai keilmuan di bidang kewartawanan.

"Karena untuk jadi seorang wartawan itu tidak boleh berhenti untuk belajar. Bila seorang wartawan berhenti belajar, ia akan ketinggalan zaman," kata Gara.

(Penulis: Lucy/Editor: Mbayak Ginting)