Siswa SMP Negeri 1 Kadungora Santuni Penjaga Sekolah
Selasa, 30 Mei 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 162 kali
Setelah menerima santunan, para penjaga sekolah berfoto bersama Muspika Kecamatan Kadungora.

GARUT, Medikomonline.com – Berbarengan dengan pepisahan Kelas IX SMP Negeri 1 Kadungora Kabupaten Garut angkatan tahun 2016-2017, para siswa siswi SMP Negeri 1 Kadungora, Senin (20/5/2017) memberikan santunan beras dan uang saku kepada enam orang penjaga sekolah, di antaranya Pendi Sopandi, Dodi, Wawan, Lili, Ujang, dan Samsam. Para penjaga sekolah tersebut sudah belasan tahun mengabdi menjadi honorer di SMP Negeri 1 Kadungora dan sampai saat ini belum diangkat PNS.

   Pembina OSIS Sri Wahyu Widayanti SPd didampingi Bagian Tata Usaha Kesiswaan Babeh Saepudin ditemui di sela-sela kesibukan perpisahan mengatakan, siswa siswi tersebut mengadakan  bakti sosial dengan memberikan santunjan beras dan uang kepada keenam penjaga sekolah. “Itu inisiatif para siswa sendiri, bahkan kepala sekolah pun tidak tahu,” ungkap Sri Wahyuni.

   Sementara itu Ketua OSIS SMPN 1 Kadungora Yudistira Kelas VIII C dan Husna Kelas VIII A  ditemui terpisah mengatakan memang kegiatan bakti sosial berupa menyantuni enam orang penjaga sekolah tidak diketahui oleh kepala sekolah dan staf lainnya. Lantaran beras dan uang itu hasil patungan semua siswa SMPN 1 Kadungora melalui OSIS. “Tidak melibatkan pihak sekolah,” tandasnya.

   Kepala SMP Negeri 1 Kadungora  H  Kuswara mengakui sama sekali tidak mengetahui inisiatif dan kegiatan para siswa. Semua itu sepenuhnya inisiatif mereka dan merupakan kejuatan.

   “Yang terpenting dari pemberian santunan ini bukanlah nilainya, tetapi rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial yang ditujukan kepada keenam penjaga sekolah tersebut. Itu menjadikan contoh yang baik untuk siswa siswa yang lainnya,” ungkapnya.

                Salah satu penjaga sekolah Samsam yang sudah dua pulu tahun jadi honorer di SMP Negeri 1 Kadungora berterima kasih kepada para siswa yang sudah peduli. “Semoga dibalas oleh Alloh,” tuturnya

(Penulis: Engkus/Editor: Edie NS)