Universitas Winayamukti Gelar Seminar Nasional Teknik Publikasi Artikel Internasional
Rabu, 05 Desember 2018 | 5 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 22 kali
Dr H Dodi Sukmayana SE MM, Dosen Universitas Winayamukti

BANDUNG, Medikomonline.com – Pusat Pendidikan dan Pengembangan Manajemen  (P3M) Universitas Wiyanamukti (Unwim) Bandung mengadakan Seminar Nasional Teknik Publikasi Artikel Berreputasi Internasional dan Manajemen Akreditasi di Hotel Papandyan Bandung, Selasa (27/11/2018).

“Hal ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya para ilmuwan dan para dosen,” kata Dr H Dodi Sukmayana SE MM, Ketua Penyelenggara Seminar Teknik Publikasi Artikel Berreputasi Internasional dan Manajemen Akreditasi saat ditemui di Hotel Papandyan, Bandung, Selasa (27/11/2018). 

Dodi menjelaskan, Pemerintah Indonesia melalui Kemenristek-dikti RI mengeluarkan kebijakan bagi para kandidat doktor, diwajibkan membuat dan memublikasikan hasil riset mereka di jurnal-jurnal internasional. 
Persyaratan membuat dan memublikasikan jurnal nasional terakreditasi sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat dan sertifikasi dosen. Namun untuk menembus jurnal cetak internasional tidak gambang karena artikel-artikel ilmiah harus ditelaah oleh pakar seilmu yang cukup ketat. “Maka jalan alternatifnya yaitu jurnal online,” kata Dosen Unwim Dr H Dodi Sukmayana SE MM.

Menurut Dodi, jurnal online seringkali dijadikan jalan pintas menggiurkan oleh ilmuwan dan para dosen dalam mengejar akreditasi sertifikasi dosen. Ditambah lagi ada jasa pembuatan karya ilmiah, sehingga tidak sedikit para dosen dan kandidat doktor memanfaat jasa pembuat jurnal. 

Untuk mengantisipasi jurnal predator ini, kata Dodi,  P3M Unwim Bandung berinisiatif mengadakan Seminar Nasional Teknik Publikasi Artikel Bereputasi Internasional dan Manajemen Agreditasi. Dikatakannya, untuk membuat jurnal bertaraf internasional tidak terlalu sulit dan biayanya pun tidak mahal, asal mau menjalankan prosesnya.

Namun sayangnya, banyak masyarakat khususnya para dosen kandidat doktor masih banyak yang belum tahu cara membuat jurnal dengan baik. Selain itu, jelas Dodi, pengguna jasa jurnal predator juga akan rugi besar saat aplikasi mengatakan bahwa jurnal yang telah dibuatnya adalah jurnal predator. 

"Sayang kalau mereka bayar mahal. Akhirnya jurnal yang mereka hasilkan ternyata jurnal yang tidak bermutu. Jadi akibatnya, kalau mereka ingin menaikkan tingkat, jenjang dosen, otomatis jurnalnya tidak akan diakui, karena memang jurnalnya dinilai jurnal predator. Hal ini yang membuat P3M Unwim menggelar seminar untuk kali perdana ini,” jelas Dodi. 

Dodi juga mengatakan, seminar yang sedianya hanya diperuntukkan bagi mahasiswa S2 dan S3 se-Bandung Raya, ternyata banyak diburu mahasiswa-mahasiswa S3 dari beberapa provinsi lain di Indonesia. Diantaranya ada dari Universitas Tadulako (Sulteng) dan juga ada mahasiswa-mahasiswa asal Provinsi Riau. 

“Semula kita menargetkan hanya diikuti sebanyak 100 peserta. Namun sampai akhir pendaftaran, yang mendaftar sebanyak 200 orang lebih. Maka kami selaku panitia mengambil kebijakan hanya untuk 150 orang saja. Dan bagi peserta yang mendaftar dan membayar, kita kembalikan persyaratan dan uang pendaftarannya. Daya tariknya, selain teman dan pembicara adalah karena biayanya kaki lima, tetapi tempat dan lokasinya hotel bintang lima," ujar Dodi.

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)