Upaya Mengembangkan Kemampuan Menggambar Melalui Pendekatan Media Design Grafis Bagi Siswa Down Syndrom
Senin, 30 April 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 64 kali
Imas Rohiyatiningsih, S.Pd

Oleh Imas Rohiyatiningsih, S.Pd

SLB Roudhotul Zannah Soreang

Upaya Mengembangkan  Kemampuan Menggambar  Melalui  Pendekatan Media Design Grafis Bagi Siswa Down Syndrom  Kelas  XII SMALB Roudhotul  Zannah Soreang  Kabupaten  Bandung

ABSTRAK

Pada prinsipnya kegiatan menggambar yang dilakukan oleh anak merupakan kegiatan naluriah, seperti halnya makan, minum, berbicara dan bercerita kepada orang lain. Gambar merupakan media untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Yang menjadi  subjek  dalam  penelitian  ini  adalah anak  down syndrom. Anak  down syndrom adalah anak yang memiliki kelainan kromosom yang    menyebabkan taraf  kecerdasan yang cenderung di bawah rata-rata. Selain itu   memiliki  permasalahan  yang  lain yaitu:

  1. Malas dalam belajar
  2. Anak nantinya sulitmempunyai kecakapan hidup (life skill) sehingga sulit untuk memperoleh pekerjaan setelah nanti tamat sekolah.

Dari  masalah  yang dikemukan  di atas  maka anak  down  syndrom sulit  nantinya mempunyai life skill sebagai bekal hidup secara mandiri tanpa menjadi beban orang tuanya.

              Untuk itu diperlukan suatu media yang dapat mengembangkan kemampuan apa yang disenangi dan apa  yang menjadi kesenangan anak supaya  mempunyai life skill yang dibutuhkan dan dapat menjadi solusi masalah bagi anak  down syndrom nanti setelah tamat sekolah.

              Desain grafis bisa diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk. Dengan aplikasi design grafis kita dapat membuat kartu  nama, kartu undangan, kartu ucapan, brosur dll. Sehingga orang yang dapat  menguasai design grafis itu diperlukan di perusahaan-perusahaan. Untuk itu  maka sangatlah tepat penggunaan design grafis dalam penelitian yang bermaksud untuk  mencari solusi masalah life skill bagi anak down syndrom.

Judul dalam penelitian ini adalah “UPAYA MENGEMBANGKAN  KEMAMPUAN MENGGAMBAR MELALUI PENDEKATAN MEDIA DESIGN GRAFIS BAGI ANAK DOWN SYNDROM KELAS IX SLB  ROUDHOTUL  ZANNAH SOREANG  KAB.  BANDUNG”.

               Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan  menggambar anak down syndrom sehingga menjadi kecakapan hidup. Dengan demikian, anak memiliki kemampuan kecakapan hidup sehinggga bisa mandiri  dan tidak menjadi beban orang  tua.

PENDAHULUAN

1.  Latar  Belakang  Masalah

Bagi seorang anak, ketika melihat suatu gambar maka terjadi proses berpikir, dalam cita-rasa dan angan-angannya akan tumbuh terus. Pada saat ini gambar berfungsi sebagai stimulasi munculnya ide, pikiran maupun gagsan baru. Kegiatan anak yang dianggap orang tua membahayakan, kemungkinan akan dilarang dan dihentikan justru ketika anak sedang melakukan pengembangan imajinasinya. Gambar merupakan media untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Selain yang disebutkan di atas, komputer  juga bisa digunakan  sebagai  alat  dan bahan untuk menggambar di zaman globalisasi sekarang ini.

Di dalam komputer banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk menggambar seperti misalnya design  grafis. Banyak  hal  yang  bisa dikembangkan apabila kita  sudah  dapat  menggambar dengan komputer umumnya  dan  desain grafis pada  khususnya. Seorang yang ahli desain grafis bisa disebut juga sebagai desainer  grafis.

Tugas utama seorang desainer grafis adalah menjadi pemecah masalah (problem solver) untuk kebutuhan komunikasi dalam bentuk visual. Seperti misalnya  seseorang  ingin  mengucapkan selamat ulang tahun kepada temannya yang jauh  dan sangat sulit untuk secara langsung diucapkan maka oleh seorang desain grafis    bisa dilakukan dengan membuat kartu ucapan ulang tahun dan dikirimkan  melalui  media  sosial  atau  bisa  juga dicetak dan dikirimkan melalui pos. Kemampuan  dalam design grafis itu bisa menjadi sebuah life skill.

Dengan mempunyai kemampuan kecakapan hidup, seseorang akan mampu secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasi problema  hidup. Kecakapan hidup bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Apabila hal ini dapat dicapai, maka ketergantungan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan, yang berakibat pada meningkatnya angka pengangguran, dapat diturunkan,  yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara bertahap.

Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak DS kelas XII, di sekolah si anak sudah malas  belajar, anak hanya  senang  menggambar dan sangat senang main menggunakan laptop.

Dengan memperhatikan permasalahan tersebut, kita sebagai seorang guru harus  bisa mengatasi permasalahan tersebut dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak supaya kesenangan menjadi kecakapan hidup bagi anak. Maka lahirlah riset ini.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas      (PTK). Subyek penelitian satu orang siswa kelas XII SMALB DS dan satu orang guru kelas XII SMALB DS. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan  proses mengamati, merefleksikan dan merevisi dari data–data yang diperoleh dari setiap tindakan, dari awal hingga akhir tindakan. Data dikelompokkan ke dalam bentuk tabel observasi dan wawancara. Data dipilih sesuai dengan tujuan PTK ini. Selanjutnya dibahas untuk memperoleh kesimpulan.                             

Terdapat dua data yang dikehendaki dalam penelitian ini. Pertama, data kondisi obyektif kemampuan menggambar saat ini. Berdasarkan data hasil penelitian kondisi obyektif tersebut maka diperoleh data kedua, data pengembangan kemampuan menggambar setelah menggunakan komputer dengan aplikasi-aplikasinya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Kondisi ObyektifKemampuan menggambar dan kemampuan mengaktifkan komputer anak downs syndrom kelas XII SMALB Roudhotul Zannah pada saat ini

Hasil  yang  diperoleh dari asesmen  dengan  indikator  mengaktifkan  komputer  dengan  membuka aplikasi  design  grafis.  Menyimpannya dalam file. Memberi  nama filenya dan menutup komputernya (matikan). Adalah anak sudah  menguasai  mengaktifkan, menyimpan  dalam  file,  memberi  nama file dan menutup komputernya sesuai prosedur yang  benar. Dan juga anak sudah mampu  membuka aplikasi design grafis (pen tools) dengan benar, hanya  saja belum bisa membuat sesuatu dalam aplikasi design grafis (pen tools).

Hasil asesmen menggambar menunjukkan  bahwa anak mempunyai kemampuan menggambar. Hasilnya dapat dianalisa bahwa anak mempunyai kemampuan  membuat kartu ucapan selamat ulang tahun dengan  divariasikan  dengan  gambar yang anak  buat.

Data asesmen tersebut kemudian dianalisis. Yaitu proses mengamati, merefleksikan dan merevisi dari data-data yang diperoleh.

Analisis dilakukan oleh peneliti, guru kelas, guru-guru yang lain dan kepala sekolah. Hasil analisis tersebut kemudian dikumpulkan dan dibahas untuk memperoleh sebuah kesimpulan dan sebuah tindakan untuk lebih mengembangkan kemampuan anak tersebut pada khususnya dan kalau memungkinkan untuk anak yang lain

Dari  hasil  analisis  tersebut  dapat disimpulkan  bahwa  anak  ini diperlukan  tindakan dengan menggunakan media  yang  sesuai  yang  dapat  mengembangkan kemampuan menggambar menjadi life skill.

  1. Pengembangan kemampuan menggambar melalui aplikasi-aplikasi komputer

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 3 siklus. Setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Hasil yang diperoleh dalam setiap siklusnya adalah sebagai berikut:

Siklus  I:  Gambar yang dibuat adalah kartu ucapan dengan aplikasi microsoft  words  Nilai  dari  siklus  I adalah  44.45 (terlampir)  dengan  skore  untuk  aspek  kerapihan 1, keindahan 1 dan  aspek keunikan 2. Jadi skore keseluruhan adalah 4. 

Siklus  II:  Nilai  kartu  ucapan ulang tahun dari siklus II adalah 55.56 (terlampir)  dengan skore untuk aspek kerapihan 2, keindahan 2 dan aspek keunikan 1, jadi  skore keseluruhan adalah 5. Jadi nilai yang diperoleh dari siklus  II  adalah  55,56.

Aplikasi yang digunakan pada siklus II ini adalah pen tools

Siklus  III: siklus III adalah 77.78 (terlampir)  dengan skore untuk aspek  kerapihan 2, keindahan 3 dan aspek keunikan 2. Jadi skore keseluruhan adalah 7.  Jadi nilai yang diperoleh dari siklus III adalah 77,78. Aplikasi yang digunakan corel draw.

Hasil siklus ini menunjukkan bahwa apliasi ini sudah memenuhi kriteria dengan hasil yang memuaskan.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Hasil   nilai  yang diperoleh  melalui 3 siklus  ini, di mana  setiap  siklus  dilakukan dalam  4  tahap,  menunjukkan  bahwa mulai  dari asesmen, siklus I,  siklus II dan siklus III mengalami perkembangan yang signifikan meningkat. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan design grafis (corel draw) itu sangat  berguna dan dapat mengembangkan kemampuan menggambar anak menjadi kecakapant hidup atau life skill

Mengingat sangat pentingnya mengembangkan kemampuan menggambar melalui  aplikasi design grafis yang dimiliki anak down syndrom supaya menjadi  kecakapan hidup, maka sangatlah perlu  sebagai  guru  mengetahui  dan sedikitnya mengenal  tentang  apa  yang disenangi anak dan guru sebaiknya mengenal  aplikasi-aplikasi  yang  ada di  komputer.

Dilihat  dari  hasil PTK ini maka untuk itu sangatlah perlu seorang guru mengetahui aplikasi-aplikasi komputer dan di sekolah-sekolah sangatlah perlu  mempunyai dan mengembangkan kesenangan yang disenangi anak. Dengan  kata  lain dalam mengajar itu kita harus mengacu kepada anak didik  kita, baik itu apa  yang disenanginya atau diinginkannya.

Selain itu juga sebagai seorang guru jangan suka memvonis bahwa anak tidak bisa ini tidak bisa itu sebelum diadakan asesmen.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Ridawan S (2014), Inovasi Pembelajaran, Bumi Aksara

Admin.2008. Pengertian software (Perangkat Lunak) Komputer. (online),   http://belajar-komputer-mu.com, diakses 15 Desember 2016.

Amin, Moh. (1995), Orthopedagogik  Anak  Down syndrom, Depdikbud  Dirjen   Pendidikan  Tinggi. 

Anynomous. Menjelaskan artikel Coreldraw. (online), http://www.asian-brain.com  diakses 18 Desember 2016.

Diknas.Kurikulum 2004 Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Gunarhadi. (2005), Penanganan  Anak  Down  Syndrom  dalam  Lingkungan   Keluarga  dan  Sekolah, Depdiknas, Jakarta.

Purwanto,Heri.2011.Sejarah Coreldraw. (online), http://www.sejarah- coreldraw.html diakses 20  Desember 2016

Sirodjuddin,Ardan.2008.Belajar Coreldraw itu mudah.(online), http://ardan         

 

 

 

 

 

 

 

 

(Imas Rohiyatiningsih, S.Pd)