Gubernur Jabar, Upacara Seren Taun Masyarakat Cigugur Bisa Dijadikan Wisata Unggulan
Selasa, 04 September 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 62 kali
Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan (kedua kanan) mengikuti acara tumbuk padi pada Upacara Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan. (foto: Ist/Hms Jbr)

KUNINGAN, Medikomonline.com - Masyarakat Cigugur, Kabupaten Kuningan menggelar Upacara Seren Taun di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/18) atau 22 Rayagung 1951 Saka. Upacara Seren Taun ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas capaian hasil panen tahun 2018 ini.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H Mochamad Iriawan dan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko serta Bupati Kuningan Acep Purnama mengikuti acara tumbuk padi yang merupakan bagian akhir dari rangkaian Seren Taun ini. "Upacara ini (Seren Taun-red) kita tahu penuh makna dan penuh arti. Di mana ini salah satu wujud syukurnya masyarakat, khususnya di Kuningan terhadap apa yang dicapai dalam satu tahun," kata Iriawan dalam sambutannya.

"Ini untuk mempererat hubungan antarmanusia dan makhluk sosial yang ada. Dilaksanakan setiap tahun dengan acara yang tidak pernah putus. Luar biasa. Terimakasih budaya Sunda terus diangkat di Kabupaten Kuningan yang kita cintai," lanjutnya.

Iriawan menjelaskan, Seren Taun adalah refleksi dari sebuah kepribadian Sunda yang agung. Hal ini menjadi cermin eratnya hubungan manusia dengan alam. Angka 22 bermakna apabila ada hasil panen sebanyak 22 kuitantal, 20 kuintal akan digunakan dan dua kuintal sisanya untuk bibit atau benih.

"Ini refleksi pribadi Sunda yang agung, seimbang, dan menghargai alam. Saya rasa luar biasa sekali, bagaimana hubungan yang terus dibina antara alam dengan manusia dan manusia dengan alam," ujar Iriawan.

Iriawan pun selaku Penjabat Gubernur Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kegiatan budaya ini, serta meminta agar gelaran yang sama terus digelar setiap tahun.

 

Destinasi wisata unggulan

Pada kesempatan ini, Iriawan juga meminta agar Seren Taun tidak hanya dijadikan acara seremonial saja. Kegiatan budaya ini bisa dipublikasikan lebih luas lagi agar menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Saya juga meminta ini jangan hanya dijadikan cara seremonial hanya skup provinsi atau kabupaten, saya minta ini bisa dipublikasikan oleh teman-teman (media) untuk jadi detinasi wisata khususnya wisatawan mancanegara," pinta Iriawan.

"Karena ini cukup menarik, tidak kalah dengan Bali. Kenapa Bali bisa kok Jawa Barat tidak bisa," tukasnya.

Dengan dijadikan sebagai objek wisata unggulan, Iriawan berharap Seren Taun bisa lebih membumi. "Kami tadi sudah bicara agar ini bisa jadi objek unggulan pariwisata, baik dalam negeri atau luar negeri, sehingga dengan adanya ini mereka akan lebih membumi, akan lebih mendunia Seren Taun yang ada di sini. Saya katakan tadi tidak kalah ini dengan Bali, Lombok," pungkasnya.

(Penulis: IthinK)