medikomonline.com  - Setiap menjelang perayaan hari jadi Kabupaten Indramayu, sejumlah benda pusaka peninggalan Raden Bagus Aria Wiralodra baik" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Mengungkap Perjalanan Kirab Pusaka Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu
Rabu, 11 Oktober 2017 | 10 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 222 kali
Pendamping senior Kirab Pusaka Aas MC didampingi Kuwu H Juju Juberudin ST

INDRAMAYU, medikomonline.com  - Setiap menjelang perayaan hari jadi Kabupaten Indramayu, sejumlah benda pusaka peninggalan Raden Bagus Aria Wiralodra baik berupa Cakra maupun tombak serta benda-benda pusaka lainnya selalu dilakukan kirab pusaka mengelingi wilayah Kabupaten Indramayu. Memaknai perjalanan kirab pusaka yang setiap tahun dilakukan itu, tentu saja memiliki tujuan dan makna tersendiri bagi para penjaga benda pusaka tersebut.

Menurut pendamping senior Kirab Pusaka Aas MC didampingi kuwu H Juju Juberudin ST mengungkapkan, tujuan utama dilakukannya kirab pusaka adalah agar masyarakat Indramayu lebih mengetahui dan memahami tentang benda pusaka peninggalan RA Wiralodra.

Dijelaskan, selama ini masyarakat hanya mendengar tentang benda pusaka tersebut, sedangkan bentuk dan wujudnya banyak yang tidak mengetahui. “Oleh karenanya kirab pusaka yang kita lakukan setiap menjelang hari jadi Indramayu itu, bertujuan agar masyarakat Indramayu mengetahui lebih dekat tentang asal usul benda pusaka peninggalan RA Wiralodra,” ujar pria yang biasa disapa Papih kepada medikomonline.com di pendopo Indramayu baru-baru ini.

“Kita boleh mengenal benda pusaka itu, tetapi jangan sampai dikultuskan. Kita hanya sebatas mengenang dan menghormati yang punya pusaka ini adalah pendiri Dermayu Nagari Raden Bagus Aria Wiralodra,” kata Papih.

Dijelaskannya, kirab pusaka ini baru dilakukan setelah pak Yance menjabat bupati Indramayu. “Terus terang sebelumnya kirab pusaka tidak pernah dilakukan, baru setelah pak Yance nanjung jadi bupati kirab pusaka itu kita adakan dan orang pertama yang menemukan pusaka Cakra Widaksana itu adalah pak H Dasuki dan pak H Suwito. Dan kedua tokoh itulah yang diberikan kepercayaan oleh pak Yance,” terangnya.

Lanjut Papih menjelaskan, sebelumnya pusaka itu tidak ada karena masih berada di tangan pak H Ukman Sutaryan. “Makanya pusaka itu dikirab setelah pak Yance nanjung jadi bupati hingga sekarang,” tandasnya, seraya ditegaskan adanya makbaroh mbah Wiralodra itupun dibangun saat jamannya pak Yance.

Rerkait mengapa pusaka Cakra sering singgah di desa Langut, menurutnya, karena Kuwu Desa Langut yang sekarang duduk itu masih ada turunan dari mbah Demang atau Raden Marngali.

Pada bagian lain Papih Aas menjelaskan, perjuangan RA Wiralodra untuk bebedah atau membuka lahan Indramayu itu lebih dari 24 tahun. “Oleh karenanya kita sebagai penerus beliau berkewajiban untuk ikut menjaga dan melestarikan kabupaten Indramayu agar menjadi lebih baik,” harap Papih. 

(Penulis: Yonif/Editor: Mbayak Ginting)