Menteri Pariwisata Resmikan Taman Air Mancur Sri Baduga
Senin, 20 Februari 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 220 kali
Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta.

PURWAKARTA, Medikomonline.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta Sabtu (18/2/2017). Arief sendiri hadir mewakili pemerintah pusat karena Presiden Joko Widodo terkonfirmasi tidak dapat hadir karena harus menjalani persiapan jelang lawatannya ke Australia.

    Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Heri Anwar saat ditemui pagi ini, Jumat (17/2) mengatakan Taman Air Mancur Sri Baduga kini hadir dengan nuansa baru.

    Area seluas kurang lebih 1,8 hektar ini selain menghadirkan tarian air mancur dengan software yang baru juga mampu menampung sebanyak 15 ribu penonton dalam 3 kali pertunjukan. Artinya, 5 ribu pengunjung dapat ditampung dalam satu sesi pertunjukan.

    "Air mancurnya baru, sekarang ada tempat duduknya juga, Bapak Menteri Pariwisata yang akan meresmikan karena Bapak Presiden ada agenda lain," kata Heri di Kantornya, Jalan Purnawarman Barat Purwakarta.

    Sebelumnya, ia berujar, surat undangan untuk Presiden Joko Widodo sendiri sudah dilayangkan jauh-jauh hari melalui Kementerian Sekretariat Negara.

    "Iya sudah sejak bulan lalu, tapi Bapak Presiden ada kesibukan lain," singkatnya.

    Dalam acara Peresmian Tahap Ketiga ini, panitia kegiatan akan menghadirkan artis Ibu Kota di antaranya Charly van Houten dengan pembawa Acara Tarra Budiman dan Luna Maya.

    Grup musik Emka 9 pimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pun akan turut meramaikan acara.

    Setiap malam minggu, Taman Air Mancur Sri Baduga akan dioperasikan sebanyak 3 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 19.30 WIB, sesi kedua pukul 21.00 WIB dan ditutup dengan sesi terakhir yang akan dimulai pada pukul 22.00 WIB.

    Masing-masing sesi pertunjukan berlangsung selama kurang lebih 25 menit.

    Para pengunjung yang datang ke air mancur terbesar di Asia Tenggara ini juga tidak akan dipungut biaya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sengaja menggratiskannya untuk menggenjot kunjungan wisata ke wilayah ini.

    "Gratis bagi semua yang datang berkunjung, syaratnya jangan buah sampah sembarangan dan harus tertib, untuk wisatawan kami siapkan booth foto untuk selfie," pungkas Heri menutup.

(Penulis: Daup Herlambang/Supri/Yanto)