medikomonline.com - Grup Dangdut Sahara Entertainment telah 24 tahun berdiri di Sukabumi.  Sahara Entertainment telah banyak memberikan peluang" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
SAHARA Entertainment Sukabumi 24 Tahun Berdiri, Banyak Berikan Peluang Kerja Terhadap Pelaku Seni
Selasa, 01 Mei 2018 | 26 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 1190 kali
H Nandang Hendi SE, Manager Grup Dangdut SAHARA Entertainment Sukabumi. (Foto: Iyans)

SUKABUMI,  medikomonline.com - Grup Dangdut Sahara Entertainment telah 24 tahun berdiri di Sukabumi.  Sahara Entertainment telah banyak memberikan peluang kerja terhadap para pelaku seni. 

Demikian diungkapkan H Nandang Hendi SE, Manager Grup Dangdut SAHARA Entertainment Sukabumi kepada Medikomonline.com di kantornya, Jalan Pelabuhan II Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/04/2018). 

Nandang menjelaskan, puluhan tahun tumbuh dan berkembangnya Grup Dangdut SAHARA Entertainment di dalam penyelenggaraan hiburan musik sangat direspons dan diterima oleh lapisan masyarakat.

Grup Dangdut SAHARA banyak mendapatkan panggung  dalam berbagai acara, seperti pesta pernikahan, perayaan  kenaikan kelas serta acara-acara lainnya. Hal tersebut banyak memberikan peluang kerja kepada para pelaku seni di Sukabumi.

Nandang yang juga Ketua umum Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Sukabumi merasa bangga dan bersyukur. Dengan usia SAHARA Entertainment Sukabumi yang semakin dewasa, dapat berperan terciptanya peluang kerja bagi para pelaku seni melalui acara pentas panggung yang semakin hari kian banyak permintaan dari masyarakat.

“Menjelang akhir tahun ajaran 2017-2018 saja, Grup Dangdut SAHARA sedikitnya sudah ada 21 jadwal pentas panggung di sekolah-sekolah untuk memeriahkan acara kenaikan kelas,” tuturnya. 

Pentas panggung Dangdut SAHARA yang digelar di lingkungan sekolah, kata Nandang, nuansanya memang berbeda dengan pentas musik di acara-acara lainnya, sehingga setiap tahun selalu dibanjiri pentas panggung dalam perayaan kenaikan kelas. 

“Di lingkungan sekolah pentas musik yang disuguhkan lebih bernuansakan pembinaan pendidikan anak melalui hiburan, sehingga hadirnya SAHARA di dalam memeriahkan acara kenaikan kelas di sekolah-sekolah dapat menyentuh karakteristik pendidikan anak khususnya dalam bidang seni,” imbuhnya. 

Diharapkan Nandang, grup-grup dangdut lain juga dapat melakukan hal yang sama, sehingga dengan begitu ketertarikan masyarakat terhadap musik dangdut semakin meningkat. Jangan sampai seni musik dangdut kalah dengan musik-musik dari luar. 

"Seni musik dalam negeri, baik musik bertarap nasional maupun seni musik tradisional jangan sampai tergeser oleh seni musik dari luar. Karena, seni musik dalam negeri adalah jati dirinya Bangsa Indonesia,” ujar Nandang.

Oleh sebab itu lanjutnya, PAMMI Sukabumi akan terus berupaya agar seni musik dangdut semakin besar dan semakin dikenal bukan hanya di Sukabumi saja, namun dikenal hingga tataran nasional. “Namun tentunya untuk mewujudkan itu semua perlu adanya dukungan dari semua pihak, termasuk peran serta pemerintah juga sangat penting,” tandasnya.

Nandang menambhkan, upaya untuk menciptakan peluang kerja bagi para pelaku seni yang dilakukan PAMMI dan SAHARA bukan hanya melalui pentas panggung saja, namun PAMMI dan  SAHARA telah menawarkan kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk melibatkan para Anggota PAMMI sebagai guru dalam bidang seni musik.  “Ketertarikan kami untuk bekerja sama dengan pihak sekolah, karena saat ini secara reguler tidak ada sekolah kejuruan bidang seni, maka kami merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya dari bidang seni music. Dan allhamdulillah saat ini sudah ada dua orang binaan kami yang berhasil menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru seni musik di Sekolah Dasar,” jelasnya.

Nandang juga menegaskan, untuk perkembangan dan nama besar musik dangdut di Sukabumi agar semakin dikenal oleh masyarakat secara luas, PAMMI dan SAHARA akan terus berupaya mendorong artis-artis asal Sukabumi untuk menjadi artis sukses hingga papan atas.

Di samping itu, PAMMI dan SAHARA juga akan selalu mendorong artis Sukabumi untuk menjadi peserta kontes di media elektronik (televisi) hingga benar-benar berhasil. “Karena sejarah telah mencatat, dulu Sukabumi banyak melahirkan artis-artis besar di tatanan papan atas, namun saat ini justru Sukabumi tertinggal oleh daerah-daerah lain, tentu ini sebuah PR kita semua,” katanya. 

“Kami juga berharap adanya dukungan serta  dorongan dari pemerintah, terhadap perkembangan dan kemajuan musik dangdut di Sukabumi, mengingat berkembang dan majunya musik sudah barang tentu akan menjadikan nama daerah Sukabumi sendiri lebih dikenal oleh publik, seperti daerah-daerah lainnya,” tambahnya. 

Menurut dia, peran serta pemerintah sangat penting, karena daerah lain pun demikian ketika masyarakatnya mengikuti kontes dangdut, misalkan "Liga Dangdut". Artis-artis yang menjadi juara kontestan tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah daerahnya, bahkan ada beberapa daerah sampai gubernur, walikota dan bupati datang ke station televisi untuk menyaksikan dan memberikan dukungan langsung terhadap masyarakatnya yang menjadi peserta kontes.

"Nah selama ini, hal itu belum dilakukan oleh Walikota/Bupati Sukabumi maupun Gubernur Jawa Barat. Oleh sebabnya, PAMMI dan SAHARA Sukabumi berharap kepada pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan musik dangdut dan musik-musik lainnya. Bahkan lebih diharapkan lagi Walikota/Bupati Sukabumi atau Gubernur Jawa Barat dapat hadir  untuk memberikan dukungan apabila ada masyarakatnya yang sedang mengikuti kontes musik,” harap Nandang.

“Karena hadirnya orang nomor satu dari daerah asal kontestan tersebut, sangat memberikan pengaruh besar untuk kemenangannya dan tentunya keberhasilan para kontestan akan memberikan dampak positif terhadap nama besar daerah itu sendiri dalam bidang seni, pungkasnya.

(Penulis: Iyans/Editor: Mbayak Ginting)