A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Agung Munajat, Penjaringan Anggota Bawaslu Kabupaten Sukabumi Tidak  Transparan
Kamis, 11 Oktober 2018 | 10 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Agung Munajat

SUKABUMI, Medikomonline.com - Mantan ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Agung Munajat menilai, proses penjaringan penjaringan anggota Bawaslu Kabupaten Sukabumi tidak transparan. "Kami temukan terjadinya perlakuan yang tidak transparan dan tidak adil yang dilakukan Timsel (Tim Seleksi-red) terhadap bakal calon anggota Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat," ujar Agung di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Lebih lanjut Agung menjelaskan, beberapa pelanggaran ditemukan timnya di lapangan dan tidak sesuai dengan ketentuan standar Bawaslu RI.

Pertama, ujar Agung, tidak adanya transparansi dalam proses pra pendaftaran. "Proses pra pendaftaran tidak dipublikasikan melalui media online ataupun media cetak lokal Sukabumi," ucapnya. 

Kedua, sambungnya, proses seleksi dan hasil penjaringan serta penyaringan dilakukan bukan berdasarkan hasil nilai tes (skoring). "Hasil pengumuman berdasarkan alpabet (abjad) dan bukan skoring," ungkapnya.

Sedangkan ketiga, Agung menuturkan kurang selektifnya Timsel dalam verifikasi data administrasi calon anggota Bawaslu di Kabupaten Sukabumi. "Verifikasi terkait jenis kelamin, rekam jejak calon anggota serta kurang cakapnya Timsel dalam administrasi penulisan nama para calon anggota Bawaslu," paparnya.

Terakhir, Agung mengutarakan, masih banyaknya para anggota Bawaslu di Provinsi Jawa Barat, ternyata berasal anggota partai politik dan kalangan dosen serta guru-guru sertifikasi. 
"Semua pelanggaran yang ditemukan kami di lapangan, mengacu kepada Surat KPU Nomor 1174/PP.06-SD/KPU/X/2018 tanggal 2 Oktober 2018," jelasnya.

Selain itu, Agung juga mengungkapkan bahwa timnya menemukan permasalahan  di 27 kabupaten kota se-Jawa Barat. Hasil temuan bahwa 21 kabupaten ataupun kota, termasuk utamanya Kabupaten Sukabumi yang bermasalah dalam penjaringan dan penyaringan rekrutmen calon anggota bawaslu kabupaten kota di Jawa Barat.

"Hasil investigasi kami, ditemukan pelanggaran di antaranya menyimpang dari Undang-Undang No. 7 Tentang Pemilu Tahun 2017 pasal 129 huruf g, Undang-undang No. 15 Tahun 2011, Pasal 78, Perbawaslu No. 19 Tahun 2017, pasal 7 huruf f, I, huruf K, pasal 19 huruf a, huruf b, pasal 26 ayat 1 dan ayat 2, pasal 29 ayat 2 huruf d angka 1, angka 3, pasal 31 ayat 1, ayat 2 dan ayat 4,  Perbawaslu no 10 tahun 2018," paparnya.

Pria asal Cisaat Sukabumi Jabar ini mengatakan, hasil temuan pelanggaran proses rekrutmen ini telah disampaikan kepada Bawaslu RI, DKPP, dan kepada DPR RI. "Laporan kami ini telah diserahkan langsung kepada Ketua Bawaslu RI dalam rapat dengar pendapat antara Bawaslu RI dan Komisi 2 DPR RI," ujarnya.

“Komunikasi dan koordinasi yang sama juga dilakukan dengan Komisi lll DPR RI sebagai fungsi pengawasan bila ada pelanggaran hukum yg dilakukan,” tandasnya.

Surat laporan ini, kata Agung, telah disampaikan ke kantor Bawaslu RI pada akhir bulan lalu, 30 September 2018, dan ditandatangani oleh Tim Pelapor Investigasi, antara lain Agung Munajat, Saeful Anwar, dan Agus Setiawan.

"Alhamdulilah dan terima kasih, akhirnya Bawaslu RI memberikan respons cepat dengan memberikan kami jadwal klarifikasi laporan ini di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat pada 11 Oktober 2018 mendatang," imbuhnya.

Menutup keterangannya, Agung sangat berharap pihak Bawaslu dapat bekerja secara profesional dan netral. "Kami bersama masyarakat pemilih sangat berharap dalam pertemuan nanti, pihak Bawaslu dapat bekerja secara profesional dan tidak mudah terintimidasi serta terkontaminasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan politik guna menegakkan proses demokrasi di tanah air dan turut mendukung program Revolusi Mental Pemerintah Joko Widodo," pungkasnya.

(Penulis: Iyan S/Editor: Mbayak Ginting)