Dua Pentolan PDI Perjuangan Sumedang Akhirnya Islah
Sabtu, 25 November 2017 | 20 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 73 kali
Ilustrasi/PDI Perjuangan
SUMEDANG, Medikomonline.com - Dua pentolan pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Irwansyah Putera (Ketua DPC PDIP Sumedang) dan Yadi Mulyadi (Sekretaris DPC PDIP Sumedang) akhirnya kembali rukun alias islah. Padahal sebelumnya, kedua orang ini seolah berseteru dalam mendapatkan kepercayaan atau rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai banteng bermoncong putih untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang. Bukti kedua figur ini kembali rukun, bisa terlihat pada acara konsolidasi DPC PDI Perjuangan dan DPC Partai Golkar di Rumah Makan Sawargi, Rabu (22/10/2017) lalu. Komandan, sapaan akrab Irwansyah Putra dan Yadi Mulyadi tampak kompak untuk sama-sama berjuang membesarkan partai dan melanggengkan komandan sebagai calon satu-satunya dari PDIP Sumedang untuk bertempur memperebutkan kursi bupati. Seperti dilansir dari beberapa media massa, tampak jelas Yadi Mulayadi mendukung penuh komandan untuk maju pada Pilkada nanti. Diungkapkannya, seluruh barisan PDI Perjuangan Sumedang diminta untuk bersatu dan bersama-sama mendukung Irwansyah Putra sebagai calon bupati. Bahkan, Ketua Komisi B DPRD Sumedang ini juga mengajak seluruh struktural termasuk yang pernah ikut mencalonkan agar mematuhi keputusan DPP partai. Menanggapi kembali rukunnya Irwansyah dengan Yadi Mulyadi, Ketua LSM Transparansi Sumedang (Tandang) Yus Yudistira menyebutkan, hal tersebut merupakan keharusan jika ingin berpeluang menang pada Pilkada 2018 nanti. Soalnya jika kedua pentolan tersebut terus-terusan berseteru, masih disebutkan pria tinggi besar ini, tidak menutup kemungkinan akan terbentuk dua faksi yang berlawanan. "Jika ini terjadi, jelas yang bakal dirugikan adalah partai itu sendiri," sebutnya. "Patut diingat, kolektivitas kader partai dan calon yang bakal maju pada perebutan kursi Sumedang satu adalah salah satu kunci kemenangan. Ini berlaku tidak hanya untuk PDI saja, melainkan bagi partai-partai lainnya," pungkasnya. (Penulis: Teguh-Elang/Editor: Mbayak Ginting)