Gubernur Tandatangani Perjanjian Hibah Rp1,6 Triliun Untuk KPU dan Bawaslu Jabar
Sabtu, 29 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 22 kali
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dan Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto tandatangani perjanjian hibah

BANDUNG, Medikomonline.com  - Pemprov Jawa Barat (Jabar) bersama KPU dan Bawaslu Jabar menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Ruang Manglayang Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat pagi (28/4/17). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) bersama Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dan Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto.

Aher menjelaskan, penandatanganan NPHD dilakukan untuk mendukung Pilkada dan Pilgub Jabar 2018. Total hibah yang tertuang dalam NPHD ini adalah Rp 1,687 Triliun. Sebanyak Rp 1,169 Triliun dianggarkan untuk KPU Jabar dan Rp 322 Miliar untuk Bawaslu Jabar.

Dana ini sudah termasuk dana pengamanan Pilkada yang sudah akan dimulai pada Agustus 2017. Anggaran berasal dari belanja hibah APBD Jabar 2017 dan 2018. Perjanjian hibah ini dituangkan dalam dua NPHD, dengan catatan pada NPHD pertama sisa anggaran akan dicairkan pada APBD Jabar 2018.

"Alhamdulillah NPHD sudah kita tandatangani, pencairan sudah siap dan kemudian tahapan Pilkada sudah siap dimulai, bahkan persiapan menjelang tahapan Pilkada. Tahapan Pilkada di Agustus 2017, tiga bulan sebelum hari H tahapan itu dana sudab siap," kata Aher usai acara penandatanganan NPHD.

"Tahun sekarang (APBD 2017-red) Rp400 miliar untuk KPU dan untuk Bawaslu Rp197 miliar. Sisanya berarti Rp700-an miliar tahun depan untuk KPU dan Bawaslu," kata Gubernu.

Aher meminta agar KPU dan Bawaslu Jabar menggunakan anggaran tersebut sebaik mungkin. Selain itu, tiga bulan setelah pelaksanaan Pilkada, Aher juga meminta sudah ada laporan keuangan masuk kepada Pemprov Jabar sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jadi dalam pelaksanaannya diharapakan kita semua mematuhi peraturan yang tercantum dalam NPHD ini," pinta Aher.

Provinsi Jabar akan menggelar 17 pilkada, yaitu: Pilgub Jabar, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di sepuluh Kabupaten (Bandung Barat, Bogor, Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Ciamis, dan Kabupaten Garut), dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di enam Kota (Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Cirebon, dan Sukabumi).

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengungkapkan, KPU berkomiten untuk melaksanakan Pilkada 2018 di Jabar dengan baik. Komitmen ini akan KPU tuangkan dalam pelaksanaan Pilkada yang berkualitas, dengan harapan akan menghasilkan pemimpin yang bisa melakukan pembangunan berkelanjutan di Jabar.

"Kita akan melaksanakan amanat dengan baik, menyelenggarakan Pemilihan Gubernur Jabar, bukan hanya ingin lancar tapi Pemilihan Gubernur harus terselenggara dengan berkualitas," ujar Yayat dalam  acara penandatangan NPHD ini.

Sementara Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto juga menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan pengawasan Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat. Bawaslu akan aktif mengawal Pilkada Gubernur dan Pilkada di 16 kabupaten/kota untuk mewujudkan Pilkada yang berkualitas untuk menghasilkan pemimpin yang sesuai harapan.

"Kita sudah siap peluit untuk melakukan pengawasan dengan baik. Walaupun tahapan belum ada, tapi bawaslu sudah bergerak," ujar Harminus dalam acara penandatanganan NPHD.

(Penulis: IthinK)