H Rakhmat SE Diprediksi Maju Pilkada Diusung Partai Pendukung Pemerintah
Kamis, 15 Juni 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 271 kali
H. Rakhmat, SE

SUMBER, Medikomonline.com -  Pasca kekalahan dalam Pilkada 2014 yang mengalami 2 putaran berpasangan dengan Heviana Supardi untuk posisi Wakil Bupati dan melepaskan jabatan sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Cirebon, H Rakhmat SE disibukkan dengan aktifitasnya sebagai pengusaha di Jakarta. Ia menjalankan usaha yang dikelola keluarga yang sudah berjalan dengan pesat, sehingga menikmati kehidupan sebagai pengusaha saja masih kurang cukup dan ada satu ganjalan yang tersimpan dalam dadanya untuk ikut peduli dengan kondisi tanah kelahirannya yang memang pernah berkiprah sebagai  anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009 – 2014 lalu.

Ganjalan yang terutama, melihat stagnasi pembangunan yang berjalan di tempat, bahkan mengalami kemunduran dengan meningkatnya angka kemiskinan yang lebih tinggi dari rata-rata di propinsi bahkan di Indonesia. Kondisi laporan Lakip yang terburuk se Jawa Barat dan angka IPM yang bertengger di peringkat 25 dari 27 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Kondisi inilah yang membuat Rakhmat terpanggil untuk mengikuti Pilkada 2018 mendatang untuk perubahan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik dan pembangunan infrastruktur yang lebih maju dan dirasakan manfaatnya bagi warga. Ia juga bertekad untuk menumbuhkembangkan ekonomi rakyat yang ada, baik dalam sektor pertanian dan nelayan, juga untuk kesempatan kerja dengan mendatangkan investor berinvestasi yang nyaman dan aman di wilayah Kabupaten Cirebon.

Langkah yang dilakukan Rakhmat untuk merealisasikan kepeduliannya dengan membentuk Relawan H Rakhmat yang berencana untuk maju Pilkada melalui jalur independen, tapi ternyata situasi berubah karena adanya desakan dan komunikasi politik yang dibangun tokoh-tokoh partai yang ada di Kabupaten Cirebon dengan ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, juga PDIP dan Partai Golkar.

Ditemui di rumahnya baru-baru ini,  Rakhmat menjelaskan, kalau dirinya di samping mendaftar di masing-masing kantor DPC yang ada, juga menjalin komunikasi politik dengan pengurus pusat baik DPP PDIP yang sudah menjalin keakraban dengan Sekjen DPP PDIP Hasto juga Pramono Anung. Tidak lupa juga dengan DR Rokhmin Dahuri yang mengharapkan Rakhmat mendaftar sebagai calon bupati melalui PDIP.

Lanjut Rakhmad, ia juga menjaling komunikasi politik dengan partai Nasdem dan Partai Golkar. Ia juga punya keakraban dengan Pengurus Pusat kedua partai tersebut. Namun ia tidak mau menyebutkan namanya, apalagi dengan Partai Hanura yang pernah dinakhodai selama 1 periode. H Rakhmat masih memegang orang kunci DPP yang bisa merekomendasikan sebagai calon bupati dari Partai Hanura.

Gonjang ganjingnya penjaringan juga menarik minat salah satu Kuwu aktif di Kabupaten Cirebon untuk ikut bicara. H Abdul Qadir yang akrab dipanggil H Ading, Kuwu Panembahan menjelaskan, untuk PDIP berat bagi H Rakhmat mendapat rekomendasi karena petahana masih berminat dan memiliki kans besar dan pendanaan yang kuat. Sementara dalam salah satu harian lokal Ketua DPD PDIP Tb Hasanudin mengatakan, kalau DPP tetap akan mengusung petahana untuk maju dalam Pilkada mendatang. Statement dari Ketua DPD PDIP Jabar secara tersirat menurut Ading,  diartikan “wani piro” untuk bacabup baru yang mau menggeser petahana dalam mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

Sementara pengamat sosial Kota Cirebon Pepen menjelaskan, Rakhmat didukung finansial yang kuat dari keluarganya. Menurut informasi yang masuk, ibu Rakhmat berani memberi tarif lebih tinggi dibanding yang diberikan saingannya. Contoh, pesaingnya memberi 15 H, Rakhmat siap lebih tinggi bahkan di angka 20 ataupun 25 untuk bisa merebut rekomendasi dari partai dan juga untuk bisa meraih suara terbanyak supaya bisa mewujudkan cita-cita Rakhmat untuk kesejahteraan masyarakat.

Bahkan salah satu birokrat yang juga ikut mendaftar R Chaidir pernah didatangi pengurus DPP PDIP yang tidak perlu disebutkan namanya menjelaskan, saat ini pasca ahok efect, DPP PDIP akan mencari tokoh-tokoh masyarakat ataupun agama yang memiliki basis massa yang kuat untuk diajukan dalam kontestasi Pilkada mendatang untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat pada PDIP untuk kepentingan 2019 mendatang.

(Penulis: AttA & H. Yuyun WK/Editor: Mbayak Ginting)