Ikut Kontestasi Pilkada Sumedang, Ribuan Banteng Jajap Komandan ke KPUD
Rabu, 10 Januari 2018 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 110 kali
Calon bupati Sumedang Irwansyah Putra didampingi calon wakil bupati Sumedang Sidik Jafar

SUMEDANG, Medikomonline.com - Ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Sumedang dengan semangat kebersamaan yang tinggi ikut jajap Irwansyah Putra untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta pada kontestasi Pilkada Sumedang yang akan digelar pada 27 Juni mendatang.

Dalam pertarungan Pilkada nanti, komandan, sapaan akrab Irwansyah Putra didampingi Sidik Jafar dari partai Golongan Karya sebagai wakilnya. Koalisi dua partai besar ini bertekad  ngahiji untuk jadi kahiji demi menjadikan Sumedang lebih hebat di masa yang akan datang.

Setelah resmi mendaftarkan diri ke KPU, di hadapan seluruh simpatisan dan pendukungnya, komandan bertekad bakal melakukan perubahan mendasar yaitu menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Tak hanya itu, hal lain seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan juga tak luput menjadi perhatiannya.

"Tentunya sektor pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur adalah bagian penting yang perlu ditingkatkan juga untuk mendukung program penekanan angka pengangguran dan kemiskinan," lantangnya, saat sesi konfrensi pers, Rabu (10/1/18).

Lebih jauh komandan juga menjamin di bawah kepemimpinannya kelak, bakal banyak pemodal yang datang ke Sumedang untuk menginvestasikan dananya. Lantaran menurutnya, Sumedang adalah daerah penuh potensi.

"Sumedang itu seksi, makanya saya yakin bakal banyak investor yang akan datang ke Sumedang. Namun begitu, siapapun yang ingin berinvestasi di sini (Sumedang.red) tentunya harus bisa memberdayakan tenaga kerja orang asli Sumedang sekurang-kurang 50 persen. Ini sebagai salah satu korelasi penekanan angka pengangguran yang saya maksud," imbuhnya.

  Selain itu, komandan mengatakan, dirinya akan siap mundur dari jabatannya jika terpilih nanti, apabila tidak bisa membawa perubahan Sumedang ke aras lebih baik. Namun begitu, perubahan yang dimaksud tidak bisa direalisasikan dengan waktu yang singkat.

"Saya kira butuh waktu tiga sampai empat tahun agar perubahan Sumedang lebih baik bisa terlihat," pungkasnya.

(Penulis: Teguh/Editor: Mbayak Ginting)