Tiga Balon Independen Bupati Sumedang Lolos Daftar
Minggu, 10 Desember 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 186 kali
Tiga bakal calon independen bupati Sumedang

SUMEDANG, Medikom - Tiga balon (bakal calon) independen atau perseorangan bupati Sumedang yang bakal ikut berkompetisi pada Pilkada Serentak 2018 mendatang dinyatakan telah memenuhi persyaratan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumedang. Ketiga balon dimaksud adalah, pasangan Zaenal Alimin-Asep Kurnia dengan jumlah dukungan sebanyak 71.270 orang, Setya Widodo-Sonia Sugian sebanyak 64.031 orang serta Ecek Karyana-Tatang Sudrajat sebanyak 63.047 dukungan.

Dikatakan Kepala Divisi Teknis KPUD Sumedang Junan Junaedi, pihaknya telah menyelesaikan tahapan penyerahan syarat dukungan calon yang dimulai dari tanggal 25-29 November 2017. "Sebenarnya yang mengambil password dan username Silon (Sistem informasi pencalonan) ada tujuh pasangan. Namun ternyata yang memenuhi persyaratan ada tiga pasangan saja," terangnya.

Masih diterangkan Junan, setelah penyerahan persyaratan dukungan, proses selanjutnya adalah proses verifikasi administrasi yang akan dilaksanakan hingga tanggal 8 Desember 2017.

"persyaratan dukungan ini diperiksa kembali untuk memastikan ada tidaknya dukungan ganda baik internal atau eksternal. Jika ditemukan pada internal jelas otomatis akan dicoret, sementara yang eksternal akan ditanyakan langsung ke masyarakat dalam verifikasi faktual," bebernya.

Sementara untuk tahap selanjutnya, menurut Junan adalah proses penyerahan syarat dukungan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk dilakukan verifikasi faktual di tingkat desa. Verifikasi ini akan door to door atau ditanyakan langsung pada masyarakat tentang kebenaran akan dukungannya tersebut.

"Jika pada prakteknya nanti ada dukungan ganda dari masyarakat yang diverifikasi, kita akan tanyakan langsung pada pihak mana akan mendukung. Tapi apabila yang dimaksud tidak mendukung tentunya otomatis akan dicoret. Begitupun jika memilih, salah satunya akan dicoret," ungkap Junan.

"Setelah selesai verifikasi faktual, nanti hasilnya akan diumumkan kepada masing-masing calon. Apabila dari hasil verifikasi tersebut ada kekurangan dukungan, akan diberikan waktu untuk perbaikan. Tapi harap diketahui, dari setiap kekurangan syarat dukungan tersebut harus diganti dua kali lipat oleh pasangan calon," pungkasnya.

 

Ade Guntara gagal nyalon

Tidak seperti ketiga pasangan calon yang disebutkan di atas, Ade Guntara yang awalnya akan berpasangan dengan Moch Saepudin harus gigit jari alias gagal nyalon karena nyatanya tidak memenuhi persyaratan KPUD Sumedang. Padahal sebelumnya pasangan ini ramai diperbincangkan karena mengkalaim telah mendapatkan dukungan masyarakat lebih dari 100 ribu jiwa.

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua KPUD Sumedang Hersa Sentosa menyebutkan, kegagalan Ade Guntara disebabkan ada beberapa hal yang tidak bisa dilengkapi, yaitu persyaratan mutlak yang wajib ditaati setiap pasangan calon.

"Memang pak Ade dan timnya sudah membawa berkas dukungan atau B2, tapi ketika kami pertanyakan B2 tertulis yang telah ditandatangani oleh pasangan calon tidak bisa menunjukannya hingga batas waktu yang telah ditentukan,” kata Hersa.

Selain Ade Guntara, masih ada beberapa pasangan lain yang gagal nyalon, yaitu H Uteng Nurhayat-Djaka Abdurachman, Kardiat SPd-Yosep Rohimas serta Iman Permana-Oom Supriatna. 

(Penulis: Teguh/Editor: Mbayak Ginting)