FKUB Provinsi DKI Jakarta Belajar Toleransi ke Purwakarta
Kamis, 14 September 2017 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 37 kali
Dedi Mulyadi berfoto bersama dengan rombongan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta yabf tengah melakukan penelitian dan studi banding di Purwakarta.

PURWAKARTA, medikomonline-Kehidupan antar umat beragama yang selama ini terkenal penuh toleransi di Purwakarta menarik minat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan penelitian dan studi banding.

Selasa (12/9) delegasi FKUB berkunjung ke Purwakarta dan diterima langsung oleh Pengurus FKUB Kabupaten Purwakarta didampingi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di rumah dinasnya, Jalan Gandanegara No. 25.

Ketua FKUB DKI Jakarta Kiai Ahmad Syafi’i Mufid mengatakan bahwa selama ini dirinya mengetahui indeks keberagaman dan toleransi di Purwakarta cukup tinggi. Atas dasar ini, pihaknya membawa jajaran pengurus untuk membangun blue print kehidupan toleransi antar umat beragama di Jakarta.

“Program kultural yang selama ini ada di Purwakarta sudah berhasil meciptakan atmosfer toleransi yang tinggi. Kami datang kesini untuk menelaah itu, agar diterapkan di Jakarta,” jelasnya usai pertemuan.

Kiai Ahmad menambahkan, aura positif yang ada di Purwakarta ini berbanding terbalik dengan kehidupan toleransi yang tengah terjadi di Purwakarta. Menurut dia, indeks toleransi di Provinsi terbesar di Indonesia tersebut termasuk rendah di Indonesia.

“Saya surprise ya karena di tengah ranking Jawa Barat yang sangat rendah dalam membangun kehidupan toleransi, ada Purwakarta yang memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi. Kita sampaikan apa yang kita dapat di Purwakarta dalam FKUB Jakarta  nanti,” katanya menambahkan.

Di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan pola pembangunan mental dan spiritual yang selama ini dia lakukan di Purwakarta. Pola ini ia yakini telah berhasil membentuk sistem kerukunan umat beragama di kabupaten yang sudah dua periode dia pimpin itu.

“Kita kuatkan pelajaran Agama di sekolah melalui pendalaman Kitab Kuning, Kitab al Qur’an dan Kitab lain sesuai dengan ajaran Agama para pelajar, ruang ibadah untuk setiap Agama di sekolah pun kita bangun,” katanya menjelaskan.

Peningkatan suasana kerukunan umat beragama di Purwakarta juga tercermin dari peningkatan sarana dan pra sarana ibadah, peningkatan jumlah santri termasuk guru Agama yang mengajar di sekolah umum.

Untuk Guru Agama yang mengajar di sekolah umum, Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun telah menganggarkan honor untuk kesejahteraan guru tersebut dari APBD Purwakarta.

“Kita juga memberikan honor kepada guru Agama yang secara khusus dikontrak oleh Pemerintah Daerah, diluar Guru Agama yang sudah ada masing-masing sekolah ya,” pungkas Dedi. (*)

(Daup H)