Gubernur dan Pejabat Pemprov Jabar Tunaikan Pembayaran Zakat
Rabu, 14 Juni 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 76 kali
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar menunaikan pembayaran zakat/foto: Ist Hms Jbr

BANDUNG, Medikomonline.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, beserta para pejabat Eselon Pemprov Jabar menunaikan pembayaran zakat, kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat, di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Selasa (13/06/2017).

Aher sendiri membayar zakat fitrah untuk dirinya, istrinya, keenam anaknya, dan juga membayar zakat untuk anak angkat, serta asisten rumah tangganya. Ia membayar total zakat untuk 13 orang dengan nilai Rp100 ribu per orang.

Aher mengatakan, zakat selain untuk membersihkan harta dan pemerataan distribusi kekayaan, zakat juga bertujuan untuk menumbuhkan harta. Artinya, dengan zakat yang disalurkan sebagai modal pemberdayaan masyarakat, maka berdayanya masyarakat ini menjadi kunci majunya perekonomian suatu kawasan.

"Karena zakat membersihkan, dan kemudian didistribusi untuk fakir dan miskin, dan zakatnya digunakan untuk urusan produktif, maka si fakir dan miskin Inshaa Allah ke depan bisa menjadi Muzakki," ungkap Aher.

Aher menambahkan, zakat dapat mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi di masyarakat. Melalui zakat, akan terjadi pemerataan harta, sehingga kekayaan tidak menumpuk di sekelompok masyarakat saja.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar Arif Ramdani mengatakan, Baznas Jabar pada tahun ini menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp750 miliar. Pada tahun lalu, Baznas Jabar berhasil mengumpulkan zakat sebesar Rp500 miliar.

Arif menuturkan, potensi zakat di Jabar berdasarkan penelitian ahli ekonomi syariah mencapai Rp17,6 triliun, dari potensi nasional sebesar Rp217 triliun. Arif menduga, ada sebagian umat Muslim yang membayar zakat sendiri-sendiri, ataupun ada yang belum sadar menunaikan ibadah zakat.

"Sosialisasi dan edukasi kami berikan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan, bahkan sampai unit pengumpul zakat di masjid-masjid, supaya meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat," katanya.

Ia juga mengimbau, para muzaki di Jabar untuk menyalurkan zakatnya kepada 15 lembaga zakat yang telah berizin supaya ada pendataan yang tepat terkait pencapaian potensi zakat di Jabar. "Sekarang di Jawa Barat ada 15 lembaga amil zakat yang punya izin. Jadi diharapkan masyarakat yang menitipkan zakat infak melalui lembaga zakat resmi karena ada standar pengelola keuangan serta audit," kata Arif.

Arif membeberkan, pihaknya menargetkan Baznas Jabar dapat menghimpun zakat selama Ramadhan 2017 sebanyak Rp230 miliar, diantaranya zakat fitrah yang merupakan kewajiban pada bulan suci Ramadhan.

(Penulis: IthinK)