Masjid Raya Cilodong Bakal Selesai Dalam Tiga Bulan
Jumat, 06 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 41 kali
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengunjungi pembangunan masjid di Kampung Cilodong, Bungursari, Purwakarta.

PURWAKARTA, Medikomonline.com – Warga Purwakarta tak lama lagi akan memiliki mesjid baru bernama Masjid Raya Cilodong. Tiga bulan dari sekarang, warga di kabupaten yang terkenal dengan Taman Air Mancur Sri Baduga itu dapat segera menikmati seluruh fasilitas yang ada di area masjid yang dibangun di atas lahan seluas 9 hektar tersebut.

   Dalam kunjungannya ke masjid yang terletak di Kampung Cilodong, Bungursari, Purwakarta itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan di akhir masa jabatannya ia ingin terus bekerja memenuhi segala kebutuhan masyarakat termasuk di antaranya kebutuhan tempat ibadah.

   “Menjelang akhir masa jabatan ini saya ingin terus bekerja. Insya Allah kebutuhan ibadah masyarakat Purwakarta terpenuhi dengan fasilitas yang representatif. Tiga bulan lagi Insya Allah bisa selesai dan langsung digunakan,” jelas Dedi di sela kunjungan di proyek Masjid Raya Cilodong, Kamis (28/9).

   Selain diperuntukkan untuk tempat ibadah, masjid yang memiliki daya tampung sebanyak 2.200 jemaah ini pun dilengkapi dengan taman air mancur, museum digital yang menceritakan tentang sejarah sate maranggi khas Purwakarta dan taman yang terdiri dari berbagai pohon rindang untuk para jemaah saat melepas lelah.

   “Kita buat kawasan hijau di sini, kan banyak orang nanti yang datang. Daerah ini juga terkenal dengan sate maranggi, makanya kami bangun museum yang menceritakan sejarah maranggi sampai bisa Go International ke Amerika,” katanya menambahkan.

 

Punahnya prostusi

Untuk diketahui, sejak tahun 1970, kawasan Cilodong Purwakarta dikenal sebagai kawasan prostitusi yang sulit dibasmi. Namun, berkat pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, daerah ini perlahan tapi pasti berubah menjadi daerah kawasan hijau hingga akhirnya kini terdapat masjid megah.

   Tokoh masyarakat Cilodong, Ujang Alim mengatakan dirinya kini tidak lagi merasa malu saat ditanya daerah tempat tinggal oleh beberapa kenalannya sebab daerah tinggalnya kini telah berubah menjadi kawasan religius.

    “Tadinya di sepanjang jalan ini banyak warung remang-remang, sekarang sudah tidak ada lagi. Alhamdulillah, sekarang saya bangga menjadi warga Cilodong,” pungkasnya.

(Penulis: (*))