“SISI GAWIR” (SISWA SISWI DAN GURU BERWIRAUSAHA) SEBUAH INOVASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DI KOTA BANDUNG MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN
Rabu, 23 Januari 2019 | 29 Hari yang lalu

Oleh EVA RIYANTI

(SDN 137 Cijerokaso/Komunitas Penulis Guru Bandung)

 

 

  • Latar Belakang

Sesuai dengan  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah terdiri dari 5 kompetensi di antaranya: kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Berikut unsur-unsur selengkapnya tentang 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah ataupun kepala madrasah :

a.   Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.

b.   Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.

c.   Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.

d.   Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.

e.   Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

Salah satu dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah adalah kewirausahaan. Kewirausahaan dalam hal ini bermakna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan bisnis yang mengkomersilkan sekolah/madrasah. Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah.  Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

Inovatif berarti memperbaiki/memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya.

Kemampuan kepala sekolah yang berjiwa wirausaha dalam berinovasi sangat menentukan keberhasilan sekolah yang dipimpinnya, karena kepala sekolah tersebut mampu menyikapi kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat akan jasa pendidikan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, jika seorang kepala sekolah  ingin sukses memimpin sekolah jadilah individu yang kreatif dan inovatif dalam mewujudkan potensi kreativitas yang dimiliki dalam bentuk inovasi yang bernilai.

 

  • Kepala Sekolah dan Tantangannya di Masa               Tuntutan kehidupan di era global berkaitan dengan kualitas pengetahuan yang  mengarah pada pembentukan kecakapan hidup (life skill), sehingga melandasi segala alternatif pemacahan masalah dalam berbagai bidang kehidupam. Implikasinya terhadap kepala sekolah dalam perspektif global harus menjadi sosok yang fleksibel, memiliki loyalitas, disiplin dan kerja keras untuk memajukan sekolahnya juga menguasai pengetahuan serta mampu mendayagunakan dan mengembangkan berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidup di era persaingan dalam kerjasama.

Dalam perspektif global, budaya manajerial yang usang, tidak lagi kreatif kurang inovatif dan kurang menyenangkan merupakan krisis manajerial yang perlu direformasi dan ditangani secara serius. Kepemimpinan dalam perspektif global memerlukan wawasan yang unggul.

Dalam rangka memasuki era globalisasi yang penuh dengan berbagai masalah dan tantangan yang semakin rumit dan kompleks, paradigma manajerial   perlu ditekankan pada kepemimpinan  yang dapat mendorong para kepala sekolah  untuk memainkan peranannya secara produktif dan progresif. Paradigma kepemimpinan  perlu diubah dari menerima kepada mencipta dan mencari, dari ketaatan menuju komitmen, dari individual menuju kelompok, dari rutin menuju inovatif dan kreatif, dari reaktif menuju proaktif dan dari pasif ke progresif. Dalam perspektif global setiap kepala sekolah harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bermakna sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan perkembangan IPTEK juga kebutuhan zaman. Oleh karena itu, kepala sekolah  dituntut untuk banyak membaca  dan mengikuti perkembangan baru dalam bidang ilmunya agar dapat memberikan kontribusi yang banyak  layanan optimal kepada masyarakat, dalam rangka mengembangkan pendidikan yang berkualitas. Kepala sekolah harus selalu  mengupgrade pengetahuan dan pemahaman mereka. Ini adalah langkah mempersiapkan kepala sekolah  dalam perspektif global untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan yang sulit diramalkan. Kepala sekolah  harus mengubah pola-pola lama dan cara bertindak yang kurang tepat yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan masa depan. Kenyataan di lapangan tidak bisa dipungkiri keterlambatan dana BOS seringkali menjadi alasan suatu program sekolah terhambat dan ini berdampak pada kemajuan anak didik khususnya dan umumnya pada kemajuan sekolah itu sendiri. Hendaknya kepala sekolah cerdas mencari solusi finansial ketika dana-dana dari pemerintah mengalami keterlambatan, cerdas mengoptimalkan  menggerakan SDM  pendidik dan tenaga kepentingan serta cerdas mengandeng komite dan para stakeholder lainnya guna membangun wirausaha yang sehat di lingkungan sekolah.

 

  • Mengenal Inovasi “ SISI GAWIR” Solusi Tantangan Pendidikan Masa Depan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gawir mempunyai arti dinding terjal (kerap disebabkan oleh  pergeseran)  dalam kamus Sunda gawir berarti tebing . Inovasi “Sisi Gawir” (Siswa-Siswi dan Guru Berwirausaha) memiliki makna yaitu  dalam kondisi paling gawir (sisi), paling terpuruk, paling terpojok, paling terjauh paling berbeda dengan kondisi yang ideal sekolah harus bisa menjalankan semua programnya dengan baik, “SISI GAWIR “ sebuah inovasi di bidang kewirausahaan yang dilakukan pimpinan sekolah dan melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, komite dan masyarakat dengan cara berwirausaha memanfaatkan media elektronik handphone dengan menggunakana berbagai aplikasi media sosial seperti, WhatsApp (WA), Backberry Massanger (BBM,) Istagram(IG), Line dll. Juga mengandeng para pengusaha yang terlibat di dalamnya.  Adapun  tahapan sbb:  

  1. Membuat daftar kepengurusan yang terdiri dari ketua, bendahara,sekretaris, dan anggota termasuk di dalamnya melibatkan komite dan para POTS (Persatuan Orang Tua Siswa).
  2. Mensosialisasikan program “ SisiGawir “ kepada siswa, orang tua dan masyarakat setempat.
  3. Menentukan jenis wirausaha yang disesuaikan dengan kebutuhan semua siswa, guru, tenaga kependidikan juga masyarakat (orang tua siswa).
  4. Menentukan Jadwal Pelaksanaan program “Sisi Gawir”.
  5. Mendata kebutuhan siswa.
  6. Membuat kartu anggota (kartu member) yang bermanfaat untuk keringanan harga (diskon).

Contohnya: “ Minimarket Siswa Kreatif SDN 137 Cijerokaso”

  • kebutuhan makanan sehat untuk siswa maka yang di jual adalah jenis-jenis kue-kue basah yang sehat dan bergizi. Kuenya diperoleh dari pengusaha kue-kue yang sudah memiliki nama (brand) yang sudah biasa memproduksi barang tsb. Dengan sistem online pemesanan bisa langsung atau untuk pemesanan dua atau tiga hari yang akan datang kue bisa dipesan sebelumnya. Selanjutnya pesanan diinventarisir. Begitu seterusnya untukbarang - barang kebutuhan yang lain yang dibutuhkan siswa.
  • Kebutuhan sembako seperti : beras, minyak goreng, terigu dll. Khusus untuk guru, POTS, atau masyarakat yang membutuhkan, Ini juga sama dengan sistem langsung/online dengan mengandeng pengusaha-pengusaha sembako.
  • Mengembangkan usaha di bidang digitalseperti potocopi ataupembuatan naskah-naskah buku. Kerajinan tangan karya guru dan anak, hasil kebun sekolah dll.
  • Mengundang para pengusaha ataupelaku bisnis yang telah sukses dalam usahanya kemudian diundang ke sekolah sebagai tamu pengajar atau nara sumber.
  1. Terus berinovasi dalam bidang usaha dengan banyak belajar melalui internet atau media lainnya terutama dalam mengembangkan usaha – usaha lain yang bisa di bidik oleh sekolah guna mencapai program sekolah dengan baik.
  2. Mengevaluasi pelaksanaan program “Sisi Gawir”.
  •  

Kepala sekolah/madrasah sebagai seorang wirausahawan yang sukses harus memiliki tiga kompetensi pokok yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut saling berkaitan.

Dengan inovasi “Sisi Gawir“ seorang kepala sekolah bisa mengembangkan kompetensi kewirausahaan untuk dapat mengatasi permasalahan – permasalahan finansial yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya sehingga program dapat terus berjalan sesuai tujuan pendidikan khususnya di Kota Bandung yang terus menerus melakukan inovasi pendidikan.

(Eva Riyanti)