Al-Aqsa dan Kejahatan Kemanusiaan
Senin, 31 Juli 2017 | 4 Bulan yang lalu

Oleh  Khaerul Umam

(Ketua DPD Badan Komuikasi Pemuda Remaja Masjid/BKPRMI Kota Bandung)

 

“Tempat yang paling dicintai oleh Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

.

Masjid Al-Aqsa adalah tempat terpenting dalam sejarah Islam, selain masjid di Makkah dan Madinah. Masjid tersebut memiliki nilai penting dalam khazanah peradaban Islam. Tempat peribadatan umat muslim di Palestina itu bukan tempat biasa.

   Kita bisa mendengar kisah ini: seorang sahabat pernah tanya kepada Rasul, masjid apa yang pertama dibangun? Rasul menjawab masjid pertama adalah Masjidil Haram dan kedua adalah Al-Aqsa. Jarak dibangun kedua masjid itu selama empat puluh tahun. Di Masjid Al-Aqsa para nabi berkumpul dan di Palestina banyak nabi lahir.

   Umat muslim sungguh memandang penting posisi masjid, karena sebagai rumah Allah sekaligus titik mula peradaban ada di bagunan tersebut. Tapi, beberapa hari lalu, kita mendapatkan kabar bahwa serangan pasukan Israel menyasar ke dalam sebuah masjid. Tepatnya, hari Jumat, sungguh kita disuguhkan dengan berita yang keji bahwa Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Sheikh Iqrima Sabri ditembak pasukan Israel setelah melakukan shalat Isya. Sabri dilaporkan terluka akibat tembakan tersebut dan telah dibawa ke ke Rumah Sakit Al Maqassid di Yerusalem timur. Selain jemaah muslim lain tiga orang jemaah tewas dan lebih dari seratus orang luka-luka, setelah mereka melaksanakan shalat.

   Mulanya, konflik itu atas otoritas Israel menolak seruan untuk mencabut detektor logam yang dipasang belum lama ini di pintu masuk masjid tersebut. Para jemaah dan demonstran Palestina terus menggelar aksi protes untuk menentang pemasangan detektor logam itu.

   Pasukan Israel memasang detektor logam di depan Masjid Al-Aqsa sejak 14 Juli setelah tiga pria Palestina menembak mati dua tentara Israel. Ketiga warga Palestina tersebut kemudian tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Israel.

  

Kejahatan kemanusiaan

   Pembunuhan atas nama apapun adalah kejahatan kemanusiaan yang mesti mendapat hukuman setimpal. Apalagi ini dalam keadaan sedang mengerjakan ibadah shalat, pada saat setelah muslim menyembah kepada Allah Swt.

   Tak heran, aksi pembunuhan massal, sungguh tidak diperbolehkan oleh agama mana pun. Sebab, tindakan tersebut telah merugikan banyak pihak termasuk keluarga korban. Bahkan tindakan yang dilakukan tentara Israel terhadap Imam sekaligus Jemaah masjid asal Palestina sungguh sangat melanggar konsensus yang kerapkali didegungkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perdamaian dan kemanusiaan. Sebuah kejahatan yang telak menukik di hadapan mata kita semua.

   Dari itu pula, kita dapat mengusulkan tindakan kejahatan kemanusiaan itu mesti segera mendapatkan tindakan setimpal dari dunia international. Terlebih penting, tempat ibadah seperti masjid mesti terjaga dengan baik, karena tempat itu sangat penting bagi muslim sendiri. Sebab, seluruh peradaban Islam berawal dari masjid.

   Tidak heran, jika Nabi Muhammad pun sangat mencintai masjid, karena menjadi rumah Allah Swt., maka dari itu, ketika masjid menjadi tempat kejahatan kemanusiaan, sungguh seluruh umat Islam merasa sedih dan mengutuk perbuatan tersebut. ***

(Khaerul Umam)