Implementasi Kewirausahaan Melalui Pengetahuan Keterampilan dan Jenis Usaha
Sabtu, 14 April 2018 | 4 Bulan yang lalu

Oleh Kurjono

kurjono@upi.edu

 

Tingginya angkatan kerja dewasa ini merupakan tantangan besar bagi dunia pendidikan.  Mengapa tidak, hal ini karena semua orang percaya bahwa dengan pendidikan akan mengangkat derajat, kesejahteran dan kemakmuran bangsa. Namun hal ini belum bisa direalisasikan bagi bangsa di negara kita.  Banyak faktor yang mempengaruhi namun yang perlu dikritisi adalah sejauh mana peserta didik menekuni usahanya sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.  Faktor lainnya adalah motivasi berwirausaha bagi peserta didik yang belum banyak tersentuh. Apabila kedua aspek yaitu pengetahuan keterampilan dan motivasi berwirausaha berpadu dan bersinergi maka kebangkitan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia akan segera terwujud.  Oleh karena itu pendidikan saja untuk memperoleh pengetahuan  tidak cukup untuk menjadi bekal masa depan.  Dahulu kita berpikir pendidikan saja  sudah cukup membuat Indonesia mandiri, tetapi sekarang mengapa tetap terbelakang.  Ternyata kita tidak hanya cukup menguasai ilmu yang umum saja.  Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang sanggup merubah kesulitan menjadi peluang dan memberikan kontribusi perusahaan.

Sehubungan dengan masalah angkatan kerja yang bermuara pada pengangguran, salah satu solusinya melalui kewirausahan.  Kewirausahaan bisa diterapkan dalam semua bidang pekerjaan dan kehidupan. Semua bidang ilmu, apabila ditekuni baik dari hobi atau kegemaran melalui pengetahuan dan keterampilan tertentu disertai dengan motivasi berwirausaha akan menghasilkan kekuatan dalam memperoleh peluang.  Kemampuan memanfaatkan peluang hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki jiwa motivasi  wirausaha disertai dengan pengetahuan dan keterampilan yang berpadu dan bersinergi  Dengan demikian kewirausahaan sangat berguna sebagai bekal peserta didik bila ingin berkarir di bidang apapun.

Karir berwirausaha seharusnya diperkenalkan  sejak dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Karir berwirausaha  pada dasarnya bagaimana peserta didik mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Untuk mengimplementasikannya maka perlu diperkenalkan jenis usaha.  Terdapat tiga bidang garapan usaha yaitu usaha jasa atau buruh, usaha dagang dan usaha manufaktur. Usaha jasa seperti menjadi guru, dokter, akuntan, dunia hiburan(artis/seniman, aktris, pesulap, penyayi), pelayan, pekerja, PNS dan masih banyak lagi yang lainnya. Siswa yang berminat dalam Usaha jasa harus memiliki prasyarat. Prasyaratnya adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu.Keterampilan inilah yang harus dikuasai baik dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan. Dengan jasa yang diberikan maka memperoleh gaji, upah atau buruh sebagai balas jasanya. Praktik bagi siswa di sekolah dengan usaha jasa dapat dilakukan seperti membina bakat dalam bidang seni, siswa belajar berani dalam pentas seni (seniman), belajar dalam tutor sebaya (belajar menjadi guru), siswa memegang uang kas kelas (belajar jadi bendahara). Di kalangan mahasiswa banyak yang menjadi anggota transportasi online (misalnya grab, Go-jek) Hal sepele seperti ini sebenarnya mendidik siswa belajar usaha jasa.

Jenis usaha dagang dagang dilakukan dengan keahlian juga. Usaha dagang adalah kegiatan usaha mentransfer barang dari pemasok ke konsumen tanpa merubah sedikit pun kondisi barang yang diberikan. Sebagai balas jasanya disebut laba yaitu selisih antara harga jual dan harga pokok.  Untuk Peserta didik yang ingin menekuni usaha ini  harus menguasai pengetahuan bisnis, harga pokok penjualan dan  pemasaran. Praktik bagi siswa di sekolah belajar usaha dagang dapat dilakukan melalui koperasi siswa, praktek dagang ATK (ballpoint, pensil dll) bahkan bisnis pulsa.

Jenis Usaha manufaktur diperoleh dengan pengetahuan dan keterampilan juga.  Malah lebih berat dari usaha dagang.  Kalau usaha dagang  harus memiliki pengetahuan bisnis, harga pokok penjualan dan  pemasaran maka dalam usaha manufaktur harus memiliki kemampuan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap dijual. Praktik bagi siswa di sekolah belajar usaha manufaktur dapat dilakukan seperti  dalam pelajaran SBK (seni, budaya keterampilan) tingkat SD dan SMP salah satunya belajar keterampilan. Siswa belajar mengolah bahan baku menjadi produk lain.  Dulu belajar keterampilan tingkat SMA terdiri dari keterampilan jasa (tata buku/mengelola keuangan), tataboga (belajar memasak), tatabusana (menjahit). Sekarang keterampilan seperti itu  sudah jarang.

Berdasarkan penjelasan usaha jasa, dagang dan manufaktur/produksi tampak pentingnya pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk mandiri melalui ketiga jenis usaha tersebut.  Penulis sepakat bahwa pengetahuan dan keterampilan tersebut membina kreativitas siswa.  Kreativitas yang dimiliki siswa ini harus didukung oleh guru maupun orang tua.  Karena itu dukungan penuh dari orang tua siswa adalah memfasilitasi sesuai kebutuhannya.  Semakin kreatif, siswa akan terdorong untuk memiliki jiwa inovatif, yaitu menemukan sesuatu yang baru atau belum ada sebelumnya.

Faktor-faktor seperti yang dijelaskan di atas tampak bahwa siswa harus memahami jenis usaha yang akan menjadi bagian inheren dari pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.  Oleh karena itu faktor lain yang juga paling penting adalah menanamkan unsur-unsur ajaran agama, agar siswa kelak  menjadi pengusaha yang santun dan amanah serta memiliki etos kerja tinggi . Tidak mengurangi takaran, tidak berbuat licik berguna bagi manusia lainnya, produktif, memiliki kreativitas tinggi serta berjiwa inovatif, mampu bersaing dan lain sebagainya. 

Ternyata membina calon wirausaha itu tidak mudah, diperlukan peran serta baik dalam pendidkan formal maupun informal.  Karena itu memperkenalkan jenis usaha untuk berwirausaha harus tetap menjadi tanggung jawab guru dan orang tua yang diimplementasikan baik dalam pelajaran maupun dalam kebiasaan siswa sehari-hari di sekolah dan di rumah.  Semoga  masa depan generasi muda semakin cerah mampu berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa dan negara serta mendapat ridho Alloh SWT. Aamiin

 

 

Dr Kurjono, M.Pd adalah staf Pengajar di Program Studi Pendidikan Akuntansi pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Lektor kepala. Pakar Pendidikan Kewirausahaan serta peduli dalam meningkatkan kewirausahaan mahasiswa. Menjadi Staff ahli dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa baik tingkat Prodi maupun Universitas. Sampai saat Ini penulis adalah Ketua Umum Aliansi Profesi Pendidik Akuntansi Indonesia (Aprodiksi)

(Kurjono)