SI KASEP, Sebuah Terobosan Sosok Kepemimpinan  Pendidikan Masa Depan
Selasa, 11 Desember 2018 | 1 Bulan yang lalu

Kepemimpinan kepala sekolah di era serba keterbukaan  saat ini menimbulkan gejolak tersendiri. Banyak sentimen negatif dari kinerja mereka, unjuk rasa adalah puncak dari semua problema yang tidak atau belum sempat terpecahkan di sekolah oleh kepala sekolah sebagai pimpinan.

Ketidaknyamanan dari sikap dan prilaku kepala sekolah yang dinilai arogan, dan tidak sopan dalam bertutur kata, pengelolaan dana BOS yang kurang transparan dan salah sasaran, kesewenang-wenangan dalam mengambil keputusan tanpa melibatkan guru, menganggap sekolah yang dipimpinnya adalah sekolah sendiri seperti perusahaan pribadinya dan prilaku-prilaku lain yang memancing dan melibatkan siswa dan guru mengadakan unjuk rasa menuntut agar kepala sekolah mundur dari jabatannya.

Masalah-masalah di atas menjadi pertimbangan dan PR besar bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai masukan untuk rekrutmen kepala sekolah tahun ini. Dengan digulirkan inovasi “SI KASEP”  (seleksi kepala sekolah profesional ), Disdik Kota Bandung memiliki harapan besar untuk melahirkan para pimpinan sekolah yang betul-betul sesuai harapan semua fihak. Mampu membawa pambaharuan dan mampu mengatasi masalah-masalah dan tantangan pendidikan di masa depan.

Seorang kepala sekolah di Kota Bandung tentunya harus dapat memenej, memimpin dan mempertanggung jawabkan lembaganya dalam upaya meraih tujuan yang sudah disepakati bersama. Pertanggung jawabannya tentunya bukan hanya terhadap atasannya, para orangtua siswa atau seluruh keluarga lembaga pendidikan yang dia pimpin, namun yang paling utama tentunya dapat mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dihadapan Alloh SWT.

Inovasi “SI KASEP” sebuah inovasi para guru yang potensial menjadi kepala sekolah, inovasi yang menjaring calon calon kepala sekolah profesional. di Kota Bandung Aplikasi ini dipakai sebagai kanal pendaftaran administrasi secara online dengan alamat www.disdik.bandung.go.id/sikasep. Pendaftar hanya tinggal memasukan identitas single sign on (SSO) yang sudah dibagikan melalui operator data pokok Pendidikan (DAPODIK) di sekolah.

Seleksi dimulai dengan pedaftaran online, seleksi administrasi, dan seleksi akademik. Hal ini dilakukan sebelum calon diikutsertakan dalam diklat calon kepala sekolah. Yang sangat berbeda dengan sistem tahun-tahun sebelumnya, aplikasi “SI KASEP” ini calon bisa mengajukan diri sendiri, atau sejawatnya yang dianggap potensial baik dengan atau tanpa rekomendasi kepala sekolah.

Bagi guru yang yang mengusulkan sejawat atau belum direkomendasi kepala sekolah, maka calon peserta akan dibahas bersama tim seleksi dan kepala sekolah terkait, sehingga akhirnya memenuhi syarat mendapat rekomendasi, hal ini dilakukan agar tidak hilang kesempatan karena ada bottleneck di sekolah. Seleksi ini tidak menganut sistem kuota, banyak atau sedikitnya jumlah kepala sekolah yang diangkat tergantung pada hasil tes.

Dalam prosesnya FAGI  (Forum Aksi Guru Indonesia) Kota Bandung akan menjadi pemantau independen dan tentuya masyarakat pendidikan dan lembaga pengawasan pemerintah juga melakukan pengawasan yang ketat. Dengan aplikasi Si Kasep ini dokumen persyaratan cukup diupload saja, selanjutnya tes akademik dilakukan berbasis komputer, dimana sistem penilainnya kerjasama dengan fihak luar dalam hal ini perguruan tinggi UNPAD dan UPI untuk menjaga transparansi akuntabilitas lebih terjamin. Seleksi calon kepala sekolah dengan aplikasi SI KASEP ini dalam upaya pemenuhan jabatan kepala sekolah yang akan pensiun  1 tahun mendatang.

Dari awal tahapan  pendaftaran, peserta benar-benar diberi akses yang mudah tidak usah repot untuk membuat berkas-berkas dan mengantri seperti layaknya sebuah tes. Ini hanya menguploadnya dan mengirimkannya langsung adapun hasil kelayakan berkas dapat langsung diketahui hasilnya tanpa butuh waktu yang lama.

Hal ini membuat peserta tidak kesal dan cape menunggu lama. Tahap pertama adalah tes psikologi  yang digelar di SMPN 48 Kota Bandung hari Rabu 14 November 2018 dengan rincian peserta dari tingkat TK sebanyak 17 orang, SD 281 orang dan SMP 222 orang. Tes psikologi dilakukan bekerjasama dengan Universitas Pajajaran. Tes ini untuk mengetahui IQ, kemampuan bekerja dan karakter para calon.   Pada tahapan psiko tes peserta benar-benar mengalami  pengalaman baru karena seleksi ini melibatkan Universitas terkemuka di Kota Bandung. Keterlibatan para psikolog yang kompeten dibidangnya membuat para peserta tenang sekaligus tertantang. Di sini mulai terasa aura persaingan yang sehat karena tidak ada keterlibatan fihak dinas untuk menentukan kelulusan. Pada tahap ini memberi rasa percaya diri dan semangat juang yang hebat dari peserta untuk bisa lolos.

Pada tahap kedua adalah tes seleksi akademik yang di gelar pada tanggal 21 November 2018 pada tahapan ini dilakukan secara daring bekerjasama denga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) . Dari 264 calon kepala sekolah yang telah lolos tes psikologi. Tes akademik ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 November 2018 di SMPN 2 Kota Bandung. Adapun  rincian peserta dari TK sebanyak 8 orang, SD 119 orang dan SMP 137 orang. Para peserta menyelesaikan sebanyak 120 soal secara daring  dengan 20 varian soal tes dalam waktu 120 menit. Pada tahap ini peserta benar-benar diuji kemampuan akademiknya, hal ini memberi peluang yang besar bagi peserta yang bersaing lebih sehat lagi karena soal-soal yang di berikan benar-benar soal bertipe HOTS (High Order Thingking Skill). Soal sengaja di buat oleh para pakar pendidikan yang berpengalaman dan mumpuni di bidangnya. Pada tahap ini selain diuji kemampuan akademiknya peserta juga diuji aplikasi IT nya, bagaimana dia menjawab soal-soal dengan menggunakan komputer. Jadi sudah barang tentu calon-calon yang diharapkan lolos adalah calon kepala sekolah yang tidak gaptek alias harus melek IT. Karena tantangan ke depan semua pemimpin harus benar-benar bisa bersaing di era digital.

Tahap selanjutnya tahap ketiga yaitu  assesment tes yang yang digelar selama tiga hari yaitu hari Senin sampai Rabu tanggal 26-28 November 2018 di SMK 5 Kota Bandung. Pada tahapan ini bekerjasama dengan Universitas Pajajaran. Dalam tahapan ini peserta  dinilai melalui tes presentasi dan wawancara dimana sebelumnya peserta mengisi beberapa soal essay. Jumlah peserta yang mengikuti tes ini sebanyak 210 orang peserta yang dibagi ke dalam tiga sesi, hari pertama sebanyak 70 orang, hari kedua 70 orang dan hari ketiga 70 orang. Pada tahap ini peserta benar-benar dituntut berpikir tinggi. Dengan menjelaskan soal-soal essay yang diberikan penguji dilanjutkan dengan wawancara dan pemaparan. Di sini peserta diharapkan bisa menjelaskan baik secara tertulis maupun lisan untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan manajemen kepemimpinan. Antara teori dan implementasi di lapangan harus benar-benar dapat di jabarkan oleh para peserta. Dalam tahapan ini kemampuan para  peserta benar-benar terseleksi sehingga wajar kalau tahapan ini peserta yang tersingkir lebih dari setengahnya.Sungguh suatu persaingan yang hebat,  peserta yang tersingkir merasa tidak terlalu kecewa karena dia akan mengakui dengan lapang dada bahwa peserta yang lain lebih hebat dari dia. Di sini jiwa kelegowoan, keikhlasan  tersirat dari para peserta walaupun mereka kalah tapi cukup puas. Tidak ada buruk sangka pada siapapun apalagi pada dinas yang selama ini selalu dianggap tidak transparan pada setiap rekrutmen kepala sekolah.

Dari tahapan-tahapan yang telah penulis lalui, penulis bangga sekaligus bersyukur karena  inovasi Si Kasep ini sudah bisa membuktikan dan menjawab keraguan masyarakat akan maal praktek yang selama ini di khawatirkan. Dari  tahapan awal sampai tahapan yang telah penulis lalui bersama teman-teman yang lolos sampai saat ini sebayak 82 orang, tidak ada sedikitpun pungutan alias gratis, transparan, akuntabilitas serta cepat prosesnya.

Dengan aplikasi ini diharapkan lahir calon kepala sekolah yang profesional dan berkarakter serta mampu mewujudkan pendidikan di Kota Bandung yang bermutu, berkeadilan dan berwawasan lingkungan menuju Bandung juara. Dan diharapkan daerah-daerah lain bisa mengadopsi aplikasi Si Kasep karena bisa menjawab keresahan para peserta yang tentunya sama mendambakan sistem yang benar-benar bersih dan berkualitas. (Oleh : Eva Riyanti, SDN 137 Cijerokaso)

(Eva Riyanti )